Warga Sleman! Jangan Berkerumun Saat Vaksinasi

Kerumunan warga saat mengikuti program vaksinasi di sebuah rumah sakit di Ngaglik, SlemanRabu (7/7 - 2021)/Ist
07 Juli 2021 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Antusiasme masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 di fasilitas layanan kesehatan sangat tinggi. Sayangnya, program tersebut menimbulkan kerumunan saat pelaksanaan PPKM Darurat.

Tim Satgas Covid-19 Sleman menemukan adanya kerumunan warga saat mengantre pemberian vaksin Covid-19 di sebuah rumah sakit. Antusiasme warga mengikuti pemberian vaksin sangat tinggi hingga menimbulkan kerumunan. Hal ini dipicu oleh banyaknya warga yang datang tidak sesuai jadwal yang ditentukan rumah sakit tersebut.

Plt Kepala Satpol PP Sleman Susmiarto mengatakan saat tim Satgas Covid-19 Sleman melakukan penegakan hukum terkait PPKM Darurat, tim gabungan menemukan adanya kerumunan masyarakat di sebuah rumah sakit.

"Ya kami temukan kerumunan warga pada saat kegiatan antrian vaksinasi di sebuah rumah sakit," katanya usai kegiatan, Rabu (7/7/2021).

BACA JUGA: Covid-19 DIY Bertambah 1.370 & 32 Orang Meninggal dalam Sehari

Target pemberian vaksin Covid-19 saat itu, katanya hanya bagi 70 orang yang sudah terjadwal. Vaksin yang diberikan untuk umur 50 tahun keatas jenis Sinovac dan untuk usia 50 tahun ke bawah menggunakan Aztra Zeneca.

"Namun yang datang kebanyakan tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh pihak rumah sakit," paparnya.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona terhadap warga yang antri menerima vaksin, Satgas langsung melakukan. Satgas meminta agar warga yang datang tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan rumah sakit agar kembali besok.

Satgas terpaksa membubarkan peserta vaksin yang belum mendapatkan bukti nomor antrian. "Peserta vaksin yang belum mendapat nomor antrian untuk hari ini (kemarin) disarankan untuk mengantri kembali dihari berikutnya, agar tidak terjadi kerumunan," katanya.

Pada kegiatan operasi Rabu pagi, Satgas tidak menemukan pelanggaran aturan PPKM Darurat yang diintruksikan oleh bupati. Sejumlah kantor seperti Kantor Shopee (JWalk Sahid) dan Jelita Cosmetic dinilai sudah mematuhi protokol kesehatan.

Begitu juga dengan warung makan dan restoran seperti Bubur Hayam Maguwoharjo, Sate Kambing Jaya Rasa Seger Waras Wedomartani dan Bale Roso Gadingan Sinduharjo Ngaglik sudah memberlakukan pelayanan secara take away.

"Kami akan terus mensosialisasikan Instruksi Bupati Sleman No. 17/INSTR/2021 tentang PPKM Darurat untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)," katanya.

Terkait kerumunan warga yang mengantre vaksinasi Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo berharap agar warga yang mengikuti program vaksinasi tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan. Selain memakai masker dan mencuci tangan, peserta juga diminta untuk tidak berkerumun.

"Himbauan kami tetap hindari kerumunan. Faskes penyelenggara diharapkan bisa mengatur antrian sehingga tidak terjadi kerumunan," tandasnya.

Ia tidak menampik, masyarakat Sleman cukup antusias mengikuti program vaksinasi Covid-19. Terbukti capaian vaksinasi di Sleman untuk dosis pertama sudah mencapai lebih dari 125% dan dosis kedua di atas 75% dari jumlah pendaftar atau sekitar 230.000 orang.

Joko juga meminta agar warga tidak perlu khawatir dengan masalah ketersediaan vaksin. Sebab hingga kini jumlah stok vaksin untuk jenis Sinovac maupun Astra Zaneca masih mencukupi. "Stok untuk Sinovac masih 55.590 dosis dan AZ masih 8.850 dosis. Warga diharap bisa sabar mengikuti ketentuan antrian," harapnya.