Pedagang Mengeluh Pasar Sepi karena PPKM Darurat

Kondisi di pasar Wates saat diberlakukannya PPKM darurat - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
07 Juli 2021 09:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sejumlah pedagang di pasar Wates mengeluhkan dampak diberlakukannya PPKM darurat di kabupaten Kulonprogo. Kondisi pasar menjadi sepi. Pundi-pundi rupiah menjadi sulit diperoleh. 

Salah satu pedagang, Isna, 24, warga Kulonprogo mengatakan sepinya pasar diperparah dengan adanya pemberlakuan PPKM darurat. Sebelum diberlakukannya PPKM darurat, kondisi pasar sudah sepi.

"Keuntungan harian ya saat ini sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. Pasar sepi tidak ada yang belanja. Kalau pedagang itu, ada yang mutung [ngambek] imbas diberlakukannya PPKM darurat terus nutup lapak," kata Isna pada Selasa (6/7/2021).

Kondisi pasar yang sepi, kata Isna, terjadi pasca diberlakukannya PPKM darurat. Penurunan omzet yang dialami oleh pedagang sembako ini terjadi hingga 60 persen. Pelanggan Isna selama diberlakukannya PPKM darurat rata-rata didominasi oleh pembeli untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

"Semenjak diberlakukannya PPKM darurat aktivitas pasar ikut sepi. Sepinya pasar terjadi sekitar hari kedua dan ketiga pasca diberlakukannya PPKM darurat. Penurunannya ya sampai 60 persen. Selama PPKM darurat kebanyakan yang beli untuk keperluan rumah tangga dan pedagang makanan yang melayani bungkus saja," kata Isna.

Baca juga: Masih Banyak Rumah Makan di Sleman Perbolehkan Makan di Tempat

"PPKM darurat juga membuat harga sayur dari tengkulak meroket tajam. Melonjaknya harga sayur ya karena banyak pasar yang membatasi jam operasional," sambung Isna.

Pedagang lainnya, Ketut Ikasih, 50, juga mengalami penurunan omzet hingga 50 persen. "Penurunan omzet sampai 50 persen. Hal tersebut saya alami sejak diberlakukannya PPKM darurat. Yang beli sekarang hanya pedagang karena rumah tangga itu kan sudah dapat bantuan. Jadi ya belinya hanya pedagang," kata Ketut Ikasih yang akrab disapa Asih ini.

Lebih lanjut, penjual komoditas ayam potong di pasar Wates ini juga mengeluhkan soal melonjaknya harga ayam. Harga ayam potong saat ini mencapai Rp30 ribu dari harga sebelumnya yakni Rp28 ribu. Harga ayam potong diakui oleh Asih sangat fluktuatif semenjak diberlakukannya PPKM darurat.

"Nyuruh imun naik sekarang yang terjadi malah turun [imun tubuh]. Harga ayam jadi Rp30 ribu. Sebelum PPKM darurat hanya Rp28 ribu. Harganya fluktuatif. Padahal stok banyak. Tapi gak ada yang beli. Semenjak PPKM ini saya hanya jual dua kuintal daging. Sebelumnya tiga sampai empat kuintal," tegas Asih.

Bupati Kulonprogo Sutedjo sebelumnya mengeluarkan Instruksi Bupati nomor 17/INSTR/2021 yang mulai berlaku sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Imbas dari terbitnya instruksi tersebut adalah aktivitas masyarakat dibatasi. Tujuannya, agar penularan Covid-19 mampu ditekan dan kasus Covid-19 harian di wilayah kabupaten Kulonprogo juga ikut turun.