Forum Warga Yogyakarta Surati Sultan, Minta Jatah Hidup Jika PPKM Diperpanjang

Jalan Malioboro sepi pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (5/7/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
20 Juli 2021 12:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Forum Warga Yogyakarta melayangkan surat terbuka kepada Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Mereka meminta jatah hidup (jadup) apabila Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang.

Juru Bicara Forum Warga Yogyakarta, Dinta Y. Sukma, mengatakan PPKM Darurat membawa dampak buruk yang tidak sedikit terhadap rakyat di DIY, khususnya yang bekerja di sektor informal dan menggantungkan pendapatannya secara harian.

BACA JUGA: Luhut Beri Instruksi ke Beberapa Gubernur Termasuk DIY, Ini Isinya

Apabila PPKM Darurat diperpanjang, Forum Warga Yogyakarta akan tetap menegakkan protokol kesehatan dan mematuhi aturan PPKM Darurat demi keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19. “Dengan syarat berikan jatah hidup tunai kepada rakyat Jogja selama PPKM Darurat, atau jangan larang rakyat Jogja mencari makan,” kata Dinta dalam rilis tertulisnya, Senin (19/7/2021).

Tanpa mengurangi rasa empati kepada seluruh pihak yang berjuang dalam penanganan Covid-19, lanjut Dinta, surat terbuka ini perlu mereka sampaikan. Apabila tuntutan dalam surat terbuka tidak mendapat tanggapan Sri Sultan HB X sampai 20 Juli 2021, Forum Warga Yogyakarta akan bersama-sama datang ke kantor Gubernur DIY. Mereka akan mengadukan nasib dan mempertanyakan tanggung jawab pemerintah daerah atas dampak dari PPKM Darurat ini terhadap rakyat Jogja.

Selama PPKM Darurat, banyak pekerja di sektor informal dan rakyat kecil yang menghentikan kegiatan ekonominya dengan resiko tidak berpenghasilan sejak 3 Juli 2021. Harapannya lonjakan angka kematian yang diakibatkan pandemi Covid-19 bisa menurun. “Namun hampir selama 18 hari, kami para pelaku usaha kecil serta pekerja sektor informal tidak memiliki pendapatan,” kata Dinta.

Adanya rencana perpanjangan PPKM Darurat membuat kecewa anggota Forum Warga Yogyakarta. Hal ini lantaran PPKM Darurat dianggap tidak efektif dalam mengatasi pandemi Covid-19. Selain itu, jaminan hidup baik dalam bentuk bantuan pangan maupun bantuan sosial tunai kepada para pelaku usaha kecil dan pekerja di sektor informal juga tidak kunjung datang.

BACA JUGA: Kota Jogja Gencarkan Vaksinasi untuk Pelajar

Surat terbuka ini berasal dari setidaknya 11 komunitas pedagang, seperti Paguyuban Pedagang Alun-Alun Utara, Paguyuban Pedagang Handayani Malioboro, Aliansi PKL UGM, dan lainnya.

Sejauh ini Sri Sultan HB X belum mendapatkan keputusan perpanjangan PPKM Darurat secara resmi dari Pemerintah Pusat. Meski begitu, misal ada perpanjangan, Sultan meyakini peraturannya tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya. 

“Kami belum mendapatkan keputusannya. Kami lihat dulu keputusan dari pusat mungkin tidak akan banyak berbeda, hanya mungkin pengetatan lebih ketat,” kata Sri Sultan HB X.

Sri Sultan HB X tidak menampik kemungkinan akan adanya perpanjangan PPKM Darurat sampai akhir Juli mendatang. Namun Sultan masih menunggu surat resmi perpanjangan PPKM Darurat tersebut.