FTI UAD Sosialisasikan Computational Thinkin

Tangkapan layar webinar sosialisasi computational thinking yang digelar Tim Dosen FTI UAD bersama Dikdasmen PWM Bantul, Sabtu (17/7/2021). - Istimewa
21 Juli 2021 18:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebagai upaya melanjutkan program sosialisasi computational thinking, Tim Dosen FTI UAD bekerja sama dengan Dikdasmen PWM Bantul menggelar webinar, Sabtu (17/7/2021). Acara ini diikuti 18 perwakilan guru dari MTs Muhammadiyah Bantul, MTs Muhammadiyah Pepe Bantul, SMP Muhammadiyah Bantul, SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, SMP Muhammadiyah Imogiri, SMP Muhammadiyah Kretek, SMP Muhammadiyah Pleret, SMP Muhammadiyah Srandakan, dan SMP Unggulan Aisyiyah Bantul. Webinar juga didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD.

Pelaksanaan webinar terbagi menjadi empat tahap yaitu pemaparan tentang terminologi dan urgensi computational thinking yang disampaikan oleh Dinan Yulianto, pemaparan tentang organisasi dan Program Bebras Indonesia yang disampaikan oleh Ahmad Azhari, pemaparan program Gerakan Pandai oleh Miftahurrahma Rosyda, dan pemaparan tentang media pembelajaran computational thinking oleh Faisal Fajri Rahani.

Dalam paparannya Dinan Yulianto mengatakan kegiatan berikutnya yang dilakukan Tim Dosen FTI UAD adalah pendaftaran, pendampingan, dan pelaksanaan Tantangan Bebras 2021 atau lomba nasional tentang cara berpikir secara komputasional bagi siswa SD hingga SMA. “Tim dosen FTI UAD mengundang partisipasi dari setiap sekolah dalam pelaksanaan Tantangan Bebras 2021 dengan mendaftar melalui websiter resmi Bebras Biro UAD yaitu bebras.uad.ac.id,” ujar Dinan Yulianto melalui keterangan tertulis, Rabu (21/7).

Tantangan Bebras 2021 dilakukan secara daring melalui website resmi Bebras Indonesia yang dapat diakses menggunakan smartphone, tablet, dan komputer dari rumah. “Hasil kegiatan ini diharapkan mampu mewujudkan tingkat pemahaman siswa secara lebih mendalam tentang computational thinking dan meningkatkan prestasi akademik siswa maupun sekolah di level nasional,” kata Dinan.