PSS Sleman Masih Berburu Pemain Lokal, Ini Kata Pieter Huistra
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Oky Lukmansyah
Harianjogja.com, BANTUL - Rencana pemusatan pasien isolasi mandiri Covid-19 dari rumah ke selter tengah digodok. Kendati demikian belum diketahui pasti kapan rencana ini bakal dilaksanakan.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa menyampaikan terdapat rencana pemusatan pasien isolasi mandiri dari rumah ke selter-selter yang ada.
BACA JUGA : Sultan: Angkut Pasien Isoman Bergejala ke RS atau Selter, Jangan Tinggal di Rumah!
"Sedang direncanakan. Seperti awal covid dulu. Kita pernah melakukan itu," ujar pria yang biasa disapa Oki pada Rabu (28/7/2021) malam.
Belum diketahui pasti kapan rencana perawatan pasien isolasi mandiri terpusat di selter itu akan dilaksanakan. Hingga kini Oki menyebut upaya itu maaih dalam tahap perencanaan.
Namun Ketua Harian Satgas Covid-19 Bantul, Joko Purnomo menambahkan bahwa program itu ada dan dilakukan oleh provinsi. "Program itu ada. Tapi provinsi yang akan melakukan," tandasnya.
BACA JUGA : 90% Pasien Covid-19 di Bantul Jalani Isolasi Mandiri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.