Lewat Komunikasi Publik, BOB Berbagi Informasi dan Edukasi

Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik BOB, Y Sigit Widiyanto (dua kiri) dan CEO Solopos Media Group & Harian Jogja, Arif Budisusilo (kanan) dalam BOB Talk, Peran Komunikasi Publik dalam Mengenalkan BOB, Jumat (30/7/2021)-Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo.
30 Juli 2021 21:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Otorita Borobudur (BOB) membangun komunikasi publik yang baik, mensosialisasikan berbagai kegiatan terkait sektor pariwisata, untuk mengedukasi masyarakat mengenai potensi wisata yang ada.

Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik BOB, Y Sigit Widiyanto mengatakan BOB selain mensosialisasikan adanya destinasi baru, tetapi juga memberi pembelajaran ke masyarakat, memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.

“Komunikasi publik, sebelum dan sesudah kegiatan akan dipublikasikan. Masyarakat akan mengetahui perkembangan BOB, begitu juga yang akan berjalan. Selain itu Pemerintah sedang menggalakan wisata, wisata jadi leading sector. Masyarakat bisa berkiprah menjadi pelaku wisata. Pelaku wisata tidak hanya diam,” ucap Sigit, dalam BOB Talk, Peran Komunikasi Publik dalam Mengenalkan BOB, Jumat (30/7/2021).

Untuk mendukung masyarakat, menangkap peluang dari sektor pariwisata, selain tentunya mengembangkan kawasan pariwisata, BOB juga memberi pendidikan dan pelatihan. Agar nantinya ketika pariwisata sudah dapat kembali berjalan normal, dan destinasi yang digarap BOB selesai, masyarakat dapat menikmati manfaat secara ekonomi juga. Masyarakat tidak hanya sekedar menjadi penonton.

“BOB dibentuk untuk kesejahteraan masyarakat. Bersatu padu dengan masyarakat ikut mendorong, rencana pembangunan untuk destinasi baru. Lapangan pekerjaan luar biasa, dengan destinasi baru,” ucapnya.

Saat ini BOB juga sudah banyak dikenal masyarakat luas. Seperti salah satunya dengan destinasi yang digarap Glamping DeLoano di Purworejo, Jawa Tengah. Kawasan sekitar juga dikatakan Sigit akan dikembangkan, agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Berbagai proses pengembangan termasuk berbagai kegiatan juga akan selalu diinformasikan baik dengan media sosial yang dimiliki BOB atau bersinergi dengan media massa.

Sigit mengatakan di tengah pandemi Covid-19 memang harus lebih berhati-hati. Sesuai anjuran pencegahan penularan Covid-19, kegiatan yang mengundang massa banyak untuk sementara dihindari. Meski begitu, BOB bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Berbagai hal kesiapan untuk mengembangkan destinasi wisata tetap dilakukan, sehingga ketika kondisi membaik, semua sudah siap.

CEO Solopos Media Group & Harian Jogja, Arif Budisusilo mengapresiasi apa yang telah dilakukan BOB dan Komunikasi Publik yang telah dilakukan selama ini. “Strategi komunikasi dan media sangat relevan. Rasanya belakangan BOB semakin banyak terdengar di mana-mana. Berkat strategi komunikasi dan media yang pas dan relevan,” ucap Arif.

Dia mengatakan sajian konten yang baik, salah satunya yang bisa menjawab apa yang dibutuhkan masyarakat, dan memberikan manfaat ke masyarakat. “Supaya disukai ya kemasan, teks, judulnya, narasinya, narasi pas, menarik, tanpa harus berlebihan, bombastis, dan menjawab pertanyaan masyarakat akan disukai,” ucapnya.

Arif juga menilai BOB juga telah menerapkan hal itu. Ia mencontohkan Glamping yang dikembangkan BOB dan diminati wisatawan, dicontoh beberapa tempat lain. Menunjukan keberhasilan pengembangan dan komunikasi atau promosi ke masyarakat.

“Brand proposition sangat penting dengan komunikasi publik yang efektif optimal. Pada gilirannya memberikan kontribusi yang nyata, cepat bagi masyarakat dan peningkatan ekonomi masyarakat. Lebih penting lagi menjaga reputasi, jangan sampai meningkatkan popularitas brand, tetapi melupakan reputasi konsistensi, kredibilitas. BOB menjadi contoh menunjukan organisasi yang memiliki kredibilitas dan memberikan kemanfaatan ke masyarakat, seperti saat pandemi ini ikut menjaga [mencegah penularan],” ujarnya.