Kalurahan Bangunjiwo Manfaatkan Peta Digital untuk Penanggulangan Kemiskinan

Diskusi dan asistensi teknis dalam program pemanfaatan peta digital di Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, belum lama ini. - Istimewa
30 Juli 2021 07:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah desa/kalurahan di DIY memanfatkan peta digital sebagai basis program penanggulangan kemiskinan dan pembangunan. Program yang diinisiasi oleh lembaga Ide dan Analitika Indonesia (IDEA) Jogja ini bisa dipraktikkan di berbagai desa di Indonesia.

Pemerintah Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, misalnya, kini tak lagi repot membuat program penanggulangan kemiskinan berbasis data. Cukup membuka peta digital di website desa, pemerintah kalurahan bisa dengan mudah mendapatkan data sebaran bantuan sosial (bansos) hingga tingkat RT dan keluarga.

Dengan sebaran data penerima bansos itu kami jadi punya data dan gambaran kalau mau menyalurkan bantuan atau program penanggulangan kemiskinan lainnya, tinggal cari wilayah yang masih jarang menerima bantuan,” ungkap Mugiraharjo, Kaur Tata Laksana Kalurahan Bangunjiwo, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (29/7/2021).

Selama ini, kata Mugiraharjo, sebaran bansos seperti bantuan keuangan khusus (BKK) yang berasal dari Dewan tidak merata. “BKK biasanya digelontorkan untuk konstituen. Jadi, ada wilayah yang banyak menerima bantuan, dan ada wilayah lain yang jarang menerima bantuan. Dengan data sebaran, kami bisa dengan mudah menyebarkan program ke wilayah yang jarang dapat bantuan lain,” kata dia.

Tak hanya menjadi basis data untuk penanggulangan kemiskinan, peta digital juga menjadi pertimbangan saat pemerintah kalurahan menyusun program pembangunan, misalnya wilayah yang diprioritas untuk program pembangunan karena banyak warga tidak mampu.

Menurut Mugiraharjo, inisiasi peta digital dimulai pada awal 2020. Saat itu Kalurahan Bangunjiwo menjadi salah satu proyek percontohan program pemanfaatan sistem informasi geospasial (SIG) untuk pembangunan dan penanggulangan kemiskinan yang dihelat oleh IDEA Jogja. Sejumlah perangkat desa bersama kader karang taruna dilatih memanfaatkan peta digital untuk pembangunan dan penanggulangan kemiskinan.

Peneliti IDEA sekaligus Project Officer Program Pemanfaatan SIG untuk Pembangunan dan Penanggulangan Kemiskinan, Ferina Anistya mengatakan ada empat desa yang menjadi proyek percontohan program di DIY. Selain Bangunjiwo, program serupa digelar di Bawuran, Pleret , Bantul; Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo; serta Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo. “Pelatihan dimulai pada Maret 2020, dan program selesai sekitar Agustus sampai November 2020,” kata Ferina.

Ke depan, menurut Ferina, bakal digelar seminar nasional yang melibatkan perwakilan pemerintah desa dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk empat kalurahan di DIY yang mengembangkan perencanaan desa berbasis SIG.