Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Budi daya cabai di lahan pasir di kawasan Kapanewon Sanden. /Harian Jogja- Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Penurunan harga jual cabai hasil panen petani tengah terjadi di beberapa lokasi. Minimnya produksi menyebabkan tidak ada proses lelang sehingga harga cabai jatuh.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Yus Warseno menjelaskan penurunan harga jual cabai dari petani biasa terjadi setiap musim panen tiba. Namun ada faktor yang menyebabkan penurunan harga, salah satunya perkara lelang.
"Kemarin sudah kami konfirmasi ke lapangan. Ternyata kalau memang produksinya sedikit malah mereka tidak mengadakan lelang," jelasya pada Minggu (1/8/2021).
BACA JUGA : Harga Cabai Anjlok, Petani: Karena PPKM, Tidak Ada
"Karena tidak mengadakan lelang kan dijual retail. Sehingga ketemu bakul-bakul (pengepul) yang memang mencari untung sebanyak-banyaknya," katanya.
Yus melanjutkan saat proses lelang terjadi tidak persaingan harga beli cabai. Sementara bila dijual retail dari bakul, tidak ada persaingan dagang dalam harga beli cabai panenan petani.
Fakta lain pun disampaikan Yus. Menurut pengamatannya harga cabai di pasar-pasar tradisional ke konsumen saat ini stabil di saat harga jual dari petani rendah. "Kalau harga di pasar tidak ada menurun. Itu permainan bakul. Kan kalau bakul punya kekuasaan menentukan harga," ujarnya.
"Kalau kondisi pandemi kalau cek harga di Dinas Perdagangan kan harganya di pasar masih bagus. Nah itu lah, artinya semua harga yang bermain kan bakul. Saya enggak bisa memaksakam bakul untuk beli mahal, karena mekanismenya seperti itu," tandasnya.
BACA JUGA : Meski Ada Tren Penurunan, Harga Cabai Rawit Merah di Kota
Kondisi yang serupa disebutkan Yus juga pernah terjadi tahun lalu. Namun produksi cabai yang melimpah membuat lelang kembali diadakan. "Kalau dilelang kan sehat di produsen, karena ada persaingan antar bakul baik dari luar maupun dalam daerah," ucapnya.
Salah satu petani cabai di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Sancoko menyampaikan jika cabai beser jenis TW hanya berani ditawar pengepul di kisaran angka Rp5000 per kilogramnya. Sementara untuk cabai besar jenis imperial hanya ditawar Rp6000 per kilogram.
Setidaknya harga cabai di atas turun sekitar 50 persen pasca Idul Adha. "Harga cabai besar mulai jatuh pasca Idul Adha. Padahal saat Idul Adha harga cabai besar masih diatas Rp12.000 per kilogram," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.