Ada PPKM, Pelatihan Ayam Joper di Bantul Disetop

Ilustrasi. - Bisnis/Endang Muchtar
06 Agustus 2021 07:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pelatihan budidaya ayam jowo super (Joper) terpaksa diberhentikan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Padahal baru separuh dari total kelompok ternak sasaran yang mendapatkan pelatihan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo menyampaikan pelatihan budidaya ayam joper ditunda sementara selama PPKM. "Sementara berhenti dulu, karena PPKM tidak bisa mengumpulkan orang banyak-banyak," jelasnya pada Kamis (5/8/2021).

Pelatihan budidaya ayam joper telah dimulai sejak akhir Mei 2021. Namun pada akhir Juni program pelatihan dihentikan karena Juli telah ditetapkan masa PPKM Darurat. Padahal mulanya Agustus ini program pelatihan ditargetkan rampung di seluruh sasaran kelompok ternak.

Berdasarkan catatan Joko, setidaknya 12 kelompok ternak telah mendapatkan pelatihan budidaya ayam joper. "Masih 12 dari 23 target sasaran kelompok ternak. Baru separuhnya," ungkapnya.

"Selema PPKM tertunda. Tapi enggak tahu sampai kapan PPKM. Nanti dilanjutkan lagi setelah PPKM. Kita nanti kalau sudah habis PPKM kita langsung melanjutkan," tambahnya.

Nantinya bila pelatihan telah rampung di seluruh sasaran, masing-masing kelompok ternak bakal menerima bantuan berupa 500 bibit ayam joper. "Tiap-tiap kelompok dapat 500 doc ayam joper beserta suplemen pakan. Tapi suplemen pakannya tidak penuh, cuma setengah dari kenutuhan ayam joper," jelasnya.

Bukan tanpa sebab pelatihan ayam joper diinisiasikan DPPKP Bantul. Joko menerangkan ayam joper memiliki keunggulan dari segi kualitas daging. Dari karakteristiknya, daging ayam joper berada di kelas berbeda dibandingkan ayam broiler.

"Selain itu keunggulan ayam joper ini ada waktu panennya yang lebih cepat ketimbang ayam jawa biasa. Rata-rata berat badan ayam joper saat dipanen mencapai 0,9 - 1,2 kilogram selama 70 hari dipelihara," pungkasnya.