Usai Takziah, Muncul Klaster di Argomulyo Cangkringan, 73 Orang Positif Covid

Ilustrasi. - Freepik
06 Agustus 2021 00:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penularan Covid-19 berbasis komunitas kembali terjadi di wilayah Sleman. Puluhan warga Dusun Suruh, Argomulyo, Cangkringan dikabarkan terpapar Covid-19. 

Kabar tersebut diamini oleh Kaur Pangripta Kalurahan Argomulyo, Andi Santoso. Ia membenarkan penularan Covid-19 di padukuhan tersebut. Penularan terjadi setelah warga dalam satu kampung mengikuti takziah atas wafatnya salah seorang warga. Kegiatan tersebut terjadi sekitar lima hari lalu. 

"Yang meninggal bukan pasien positif Covid-19. Dan kegiatan takziah sebenarnya dilakukan tidak lama, tidak banyak yang hadir dan itupun warga satu kampung saja, tidak melibatkan kampung lain," terang Andi saat dikonfirmasi Harian Jogja, Kamis (5/8/2021) malam.

Usai prosesi penguburan, malamnya keluarga menggelar tahlilan. Yang mengikuti kegiatan tersebut juga tidak banyak. Andi tidak mengetahui apakah penularan berasal dari salah satu keluarga rumah duka atau warga lain yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Hingga kini, jumlah warga yang terpapar Covid-19 sekitar 73 orang. "Ya tahu-tahu banyak yang positif. Akhirnya warga yang positif untuk sementara menjalani isolasi mandiri di rumah dan akses ke dusun sementara dibatasi," katanya. 

Selain membatasi akses keluar masuk dusun, kata Andi, Satgas juga melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi. Menurut rencana, kata Andi, warga yang menjalani isoman akan dievakuasi ke isolasi terpadu (Isoter). Baik di Isoter Rusun ASN PUPR di Maguwoharjo maupun Asrama Haji. 

"Alhamdulillah, meski terpapar Covid-19 belum ada yang bergejala berat. Gejala ringan semua. Agar dapat diawasi dengan baik, rencananya yang isoman ini dievakuasi ke Isoter," ujarnya. 

Pemuda Jaga Keamanan

Selama nanti menjalani isolasi di Isoter, lanjut Andi, maka para pemuda akan dikerahkan untuk menjaga keamanan kampung tersebut. "Ini kami masih terus mencari kontak erat juga untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab masih ada yang belum diswab juga," ujar Andi. 

Terpisah, Plt Panewu Cangkringan Suyanto mengatakan puluhan warga Suruh tersebut diperiksa massal setelah banyak temuan kasus yang positif Covid-19. "Swab massal digelar dua hari lalu dan hasilnya baru keluar kemarin sore. Rata-rata bergejala ringan saja jadi isoman di rumah," katanya. 

Untuk mencegah penularan meluas, kata Suyanto, Satgas Kapanewon berencana untuk memindahkan warga ke Isoter. Adapun ternak warga saat menjalani isolasi di Isoter tengah dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Sleman. "Jadi biar warga yang nanti menjalani isolasi di Isoter tidak kepikiran siapa yang ngurus ternaknya," ujar Suyanto.