Dampingi Lemhannas RI Kunjungi PLTS, Bupati Klaten Komitmen Kembangkan EBT
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pemanfaatan energi surya
Tim Sekufeed sedang melakukan sosialisasi kepada ketua karang taruna dan sekretaris desa Sumberejo, Ngablak, Magelang./Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Empat mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) dari program studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri yakni Gita Fitriani, Nelvira Yolanda Putri, Wisik Adelina, dan Irawati baru saja menyelesaikan Program Kreativitas Mahasiswa berjudul “Pengolahan Limbah Tani Menggunakan Metode Rotary Dryer Menjadi Pelet Sebagai Upaya Meningkatkan Karakteristik Entrepreneurship Karang Taruna Desa Sumberejo Ngablak Magelang”.
Tim di bawah bimbingan dosen Arif Fajar Wibisono,S.E.,M.Sc itu berhasil melaksanakan PKM di bidang pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumberejo, Ngablak, Magelang, pada 12 Juni 2021 lalu.
Gita menjelaskan latar belakang program tersebut karena banyaknya sampah daun kubis yang tidak dimanfaatkan secara optimal dan dibiarkan menumpuk begitu saja di tepi jalan. Sementara itu peternakan ayam mengalami permasalahan dengan harga pakan yang mahal. “Oleh karena itu, tim berusaha memecahkan masalah itu dengan memanfaatkan daun kubis menjadi pelet,” tutur Gita.
Anggota tim lainnya, Nelvira menambahkan program ini relevan di masyarakat sebab karang taruna sudah mencoba membuat pelet pakan ternak tersebut tetapi hasilnya masih berbentuk bubur dengan kadar H2O yang tinggi. Di samping itu program ini dapat memecahkan dua permasalahan utama yang dihadapi karang taruna setelah sebelumnya gagal pada budidaya magot. Program ini juga dapat meningkatkan aktivitas karang taruna desa Sumberejo menuju terbentuknya desa preneur.
Dalam program ini, proses yang dilaksanakan adalah mahasiswa melakukan survei terlebih dulu ke lokasi atau desa mitra untuk melakukan diskusi terkait permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar desa. Mitra kemudian memberitahu terkait permasalahan sampah organik yang belum termanfaatkan dengan optimal.
Lalu mahasiswa (tim PKM) melakukan pemecahan masalah dengan melakukan brainstorming dengan mitra dan dosen pendamping untuk memanfaatkan sampah organik yang belum termanfaatkan tersebut menjadi pelet ayam untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ayam yang belum terpenuhi di desa, “Selanjutnya mahasiswa melakukan sosialisasi kepada mitra terkait pembuatan pelet,” imbuh Wisik Adelina.
Untuk ke depan akan ada pengembangan terkait variasi ukuran pelet agar bisa diterima ayam segala umur. “Melalui program ini mahasiswa dapat membuat alat untuk mengatasi masalah mitra, seperti bisa membuat pelet dari sampah kubis yang tidak dimanfaatkan dengan baik serta bisa mengolah pelet yang memiliki kadar protein lebih tinggi dari kadar pelet yang dijual di pasaran pada umumnya,” tutur Irawati. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pemanfaatan energi surya
Survei Kaspersky 2026: 77% pengguna HP rutin update sistem, PC 53%. Simak perbedaan kebiasaan kebersihan digital dan keamanannya
PSS Sleman tertinggal 0-1 dari Madura United di babak pertama. Dimitar Mitkov mencetak gol menit ke-45 setelah sempat dianulir VAR.
Persija unggul 1-0 atas Persib pada pekan kedua Super League 2026/2027. Alexander Jeremejeff mencetak gol pada menit ke-41.
Uni Eropa mulai mewajibkan produsen melaporkan kerentanan siber aktif dalam 24 jam dan notifikasi lengkap maksimal 72 jam.
Janice Tjen absen di Asian Games 2026 karena bentrok dengan WTA 1000 Beijing. Simak alasan dan rekam jejaknya bersama Indonesia.