Cetak Banyak Gol di MLSC Jogja, Khayla Ingin Tembus Timnas Indonesia
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Foto ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, SLEMAN- Rentetan 21 kali gempa Bumi di laut Selatan Gunungkidul dan sekitarnya sejak Selasa (10/8/2021) hingga Rabu (11/8/2021) akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia yang menyusup ke bagian bawah lempeng Eurasia.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman BMKG Yogyakarta, Ikhsan Pramudya mengatakan rentetan gempa selama dua hari itu memiliki magnitudo 2.6 hingga 4.2 dengan kedalaman rata-rata 10km. Berdasarkan data BMKG rentang
magnitudo gempa masih dalam katagori magnitudo kecil dan tidak berpotensi tsunami.
"Kami melakukan monitoring terhadap gempa bumi yang terjadi dari tanggal 10 Agustus pukul 05.15.36 WIB sampai dengan 11 Agustus 2021 Jam 12.57.51 WIB, hasil monitoring telah terjadi 21 gempa bumi tektonik dengan epicenter di laut tepatnya Barat Daya Gunungkidul," katanya, Rabu (11/8/2021).
Ikhsan menjelaskan, penyebab gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia menyusup ke bagian bawah lempeng Eurasia. Aktivitas ini menyebabkan adanya pelepasan energi yang merambat ke permukaan sebagai gempa bumi.
Rangkaian gempa Bumi tersebut, katanya, tidak dirasakan tetapi tercatat oleh jaringan sensor seismograf BMKG. Menyikapi kejadian gempa bumi ini, ia meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan tetap meningkatkan kesiapsiagaan. "Masyarakat agar jangan panik dan tetap tenang, selalu update informasi dari kanal-kanal resmi BMKG seperti website, aplikasi android Infobmkg dan WRS BMKG," katanya.
BACA JUGA: Penyaluran Bansos Pandemi Covid-19 Masih Bermasalah
Hingga kini, kata Ikhsan, belum ada satupun negara yang memiliki teknologi untuk memprediksi gempa Bumi, baik waktu kejadian, lokasi dan seberapa besar kekuatan gempa bumi terjadi. "Jangan mudah terpancing berita atau informasi yang belum terkonfirmasi kebenaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Kebakaran rumah di Weru Sukoharjo menghanguskan bangunan dan isinya. Kerugian ditaksir Rp200 juta, termasuk uang dan perhiasan emas.
Indonesia meraih lima emas di Asian Games 2026 dan finis peringkat 16 dengan total 39 medali, melampaui target empat emas.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Prediksi Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK Jakarta.