Merayakan Kemerdekaan dengan Saling Jaga  

Diskusi daring bertema Perayaan 17-an Tetap Semarak Meski Virtual, hasil kerja sama Harian Jogja dan Satgas Penanganan Covid, Jumat (13 - 8).
14 Agustus 2021 07:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia selalu mempunyai cerita di setiap tahun. Di tahun kedua pandemi Covid-19 ini, perayaan dengan jaga sesama warga sepertinya lebih relevan. Hal ini yang dilakukan Dwi Yuli Purwanti sebagai Lurah Girirejo, Bantul.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, tidak ada acara lomba-lomba atau tradisi tirakat di Girirejo. Lantaran saat ini masih di masa pandemi, fokus utama Dwi yaitu menurunkan kasus dan memutus rantai penualaran. 

“Ini tidak mengurangi rasa cinta kami kepada Indonesia, karena kami bisa merasakan kecintaan kami pada Indonesia dengan cara lain. Salah satunya dengan doa bersama dari rumah masing-masing secara virtual,” kata Dwi dalam diskusi daring bertema Perayaan 17-an Tetap Semarak Meski Virtual, hasil kerja sama Harian Jogja dan Satgas Penanganan Covid, Jumat (13/8).

Saat ini kasus Covid-19 di Girirejo sudah turun dari puncaknya. Dari yang sebelumnya terdapat 93 kasus, saat ini tersisa 20 kasus. “Masyarakat masih menginginkan berada di zona hijau Covid-19,” katanya.

Namun untuk tetap memeriahkan hari spesial Indonesia ini, warga tetap memasang umbul-umbul dan bendera di sekitar rumahnya. Begitu pula yang terjadi di Desa Lumbungrejo, Sleman. Terdapat penyesuaian perayaan Hari Kemerdekaan.

Selain memasang umbul-umbul dan bendera, terdapat pula lomba-lomba secara virtual agar tidak berpotensi menularkan virus Covid-19 satu sama lain.

Menurut Lurah Lumbungrejo, Imam Suhadi, penyelenggaraan lomba kali ini dibantu oleh organisasi masyarakat dari Nahdlatul Ulama (NU) dan juga mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Kami siap melaksanakan acara 17 Agustus secara virtual. Membuat lomba virtual yang sudah dijadwalkan, salah satunya dari warga NU. Ada lomba adzan, baca puisi dan sebagainya yang dilakukan secara virtual,” Imam.

Mahasiswa yang sedang KKN juga menawarkan lomba virtual seperti E-Sport, Tiktok dan sebagainya. Imam ingin menyinkronkan penyesuaian selama masa pandemi dengan tetap menyemarakkan Hari Kemerdekaan tahun ini.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri telah membuat Surat Edaran (SE) terkait dengan Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Poin dalam SE tersebut bahwa perayaan dilaksanakan secara sederhana, tidak membuat cara yang berpotensi mengundang kerumunan, dan memanfaatkan teknologi. Menurut Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sleman, Susmiarto, pemerintah daerah akan menjalankan instruksi dari Pusat.

“Kondisi saat ini cakupannya nasional, bukan lokal. Kebijakan yang telah ditetapkan pusat otomatis dilaksankan daerah,” kata Susmiarto.

Terlebih di era media sosial ini, peraturan dari Pusat juga mudah terakses oleh tingkat terkecil seperti desa. Sehingga apabila ada potensi acara yang melanggar, lurah setempat bisa menunjukkan peraturan terbaru.