Kenalkan Potensi Wisata Lewat Program Si Dewi Sintal

Pelaksanaan Pelatihan pengelolaan akun media sosial dalam program Si Dewi Sintal di kawasan wisata Kalurahan Mulo, Wonosari, Jumat (6/8/2021) - istimewa Dinas Pariwisata Gunungkidul
17 Agustus 2021 07:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dinas Pariwisata Gunungkidul meluncurkan program inovasi Sinergi Desa Wisata Promosi melalui Media Digital (Si Dewi Sintal). Di awal program ada 12 perwakilan dari desa wisata mengikuti pelatihan pengelolaan dan promosi sektor wisata melalui media digital.

Pelaksana Program Si Dewi Sintal, sekaligus Kepala Seksi Informasi dan Promosi, Dinas Pariwisata Gungkidul, Purnomo Sumardamto mengatakan, program Si Dewi Sintal berisi pelatihan dan pendampingan kepada pengelola desa wisata. Adapun pelatihan diberikan kepada admin media sosial untuk mengelola akun yang dimiliki dengan baik. Selain itu, juga diberikan pengetahuan dan pelatihan untuk membuat konten yang menarik sebagai sarana pengenalan destinasi wisata yang ada.

Menurut Damto, di tahap awal progam ini diikuti 12 Desa Wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Gunungkidul. Adapun Desa Wisata meliputi Girisuko di Kapanewon Panggang; Mulo di Kalurahan Wonosari; Putat, Beji dan Nglanggeran di Kapanewon Patuk serta Ngestirejo di Kapanewon Tanjungsari. Selain itu, ada juga Kalurahan Pampang di Kapanewon Paliyan; Kampung di Kapanewon Ngawen; Ngalang di Kapanewon Gedangsari, Pacarejo di Kapanewon Semanu dan Umbulrejo di Kapanewon Ponjong.

Pelatihan terkait dengan program ini diberikan pada 6-13 Agustus. Hasil dari pelatihan ini ditemukan desa wisata yang beum memiliki akun media sosial. Oleh karennaya, pengelola wajib membuat akun media sosial serta menetapkan admin untuk mengelolanya.

“Pelatihan sudah dan tinggal monitoring terkait pengelolaan media digital untuk promosi,” katanya, Senin (16/8/2021).

Damto mengakui pelatihan untuk 12 desa wisata masih sebatas pilot project. Ke depannya, program Si Dewi Sintal akan menyasar ke seluruh desa wisata serta destinasi wisata yang dikelola masyarakat. “Desa wisata jadi program unggulan dari Pemerintah Pusat. Kami terus berupaya dan bersinergi untuk mengenalkan seluruh potensi yang ada,” katanya.

Kepala Bidang Pemasaran dan Bina Usaha Ekraf, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Yuni Hartini mengatakan, upaya promosi wisata terus dilakukan untuk memperkuat citra desa wisata di Gunungkidul. Yuni pun optimistis program inovatif Si Dewi Sintal dapat menjadi sarana promosi yang efektif karena pelaksanaan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam memanfaatkan media sosial, digital dan website.

“Setiap desa wisata harus memiliki akun media sosial dan harus dikelola dengan baik untuk mengenalkan potensi wisata yang dimiliki,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata, Asti Wijayanti mengatakan, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan dalam upaya pengelolaan desa wisata untuk memudahkan dalam pengelolaan dan promosi. Pengelola wisata harus mempunyai kecakapan dasar untuk menggunakan berbagai plafon media digital.

“Digitaslisasi dapat diterapkan dengan memamanfaatkan media sosial untuk promosi, edukasi dan informasi. Selain itu, bisa juga untuk reservasi online, pemasaran produk hingga penerapantransaksi non tunai,” kataya.