Saatnya Merdeka dari Air Minum yang Layak

Direktur Perumda Air Minum Tirto Projotamansari, Arinto Hendro Budiantoro
18 Agustus 2021 05:07 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Ada berbagai langkah untuk memaknai kemerdekaan pada Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia. Pemaknaan kemerdekaan tidak cukup hanya dalam bentuk kegiatan yang identik dengan perlombaan, namun lebih kepada upaya untuk tetap meningkatkan semangat dan kreativitas. Terlebih, saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan situasi pandemi yang sampai saat ini belum bisa diketahui kapan berakhirnya.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bantul, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Projotomansari memiliki pemaknaan tersendiri terkait dengan makna kemerdekaan. Perusahaan yang berdiri pada 1990 ini melihat peringatan HUT ke-76 RI tidak lagi dalam bentuk kegiatan fisik, akan tetapi lebih kepada pemaknaan terhadap nilai-nilai yang ada dalam kemerdekaan.

Direktur Perumda Air Minum Tirto Projotamansari, Arinto Hendro Budiantoro mengatakan makna kemerdekaan pada perayaan HUT ke-76 RI adalah lebih kepada pemaknaan dan semangat untuk mencapai prestasi yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai BUMD, Perumda Air Minum Tirto Projotamansari sudah seharusnya mampu memenuhi hak-hak masyarakat Bantul untuk mendapatkan air minum dan air bersih yang layak.

“Karena air minum dan air bersih adalah hak dasar. Oleh karena itu kami memaknainya sebagai memerdekakan masyarakat dari hak atas air yang layak,” kata Arinto saat ditemui, Sabtu (13/8/2021).

Tetapi, untuk mencapai kemerdekaan atas air minum yang layak, dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama dari karyawan Perumda Air Minum Tirto Projotamansari. Sebab, tanpa adanya komitmen dan perjuangan serta semangat yang membara, maka upaya memcapai kemerdekaan atas hak air yang layak sulit terealisasi.

“Ada sejumlah upaya yang kami lakukan, di antaranya mengenai cakupan layanan dan pengembangan jaringan air agar semua mampu meraih hak atas kemerdekaan terhadap air minum yang layak,” kata Arinto.

Namun, usaha dari Perumda Air Minum Tirto Projotamansari untuk mengembangkan cakupan layanan dan jaringan ini bukan tanpa hambatan dan tantangan. Menurut Arinto, kontur dan topografi wilayah Bantul yang tidak rata, di mana ada yang berupa dataran rendah, ada pula yang dataran tinggi menjadi hambatan sekaligus sebagai tantangan bagi perusahaannya untuk meningkatkan pelayanan. Utamanya, dalam pemenuhan atas hak air minum yang layak kepada warga di Bumi Projotamansari.

“Apalagi cakupan perpipaan kami masih jauh dari harapan. Baru sekitar 20 persen dan ini butuh kerja keras dari kami untuk terus melakukan perbaikan pelayanan dan penambahan jaringan,” kata Arinto.

Oleh karena itu, melalui momen kemerdekaan Arinto berharap bisa menjadi sarana penyemangat bagi instansinya untuk lebih maksimal memberikan pelayananan. Sebab, kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai dengan melihat perjuangan pendahulu, akan tetapi harus dimaknai dengan usaha untuk meraih hasil maksimal sesuai dengan tupoksinya.

“Karena dengan terpenuhinya air minum yang layak, akan berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat. Hal ini nantinya juga akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Arinto.