Ratusan Santri Ponpes Sunan Pandanaran Divaksin

Sejumlah santri Ponpes Sunan Pandanaran menunjukkan Kartu Vaksin sesaat setelah divaksin, Kamis (19/8/2021). - Ist.
19 Agustus 2021 20:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ratusan santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Ngaglik, Sleman mengikuti vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19, Kamis (19/8/2021). 

Ketua Gugus Tugas Ponpes Sunan Pandanaran Azka Syabana menjelaskan, vaksinasi itu diikut sebanyak 500 santri terutama kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (jenjang SMP). Melalui vaksinasi itu diharapkan dapat memperkuat pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan pesantren. Protokol kesehatan di lingkungan ponpes diterapkan secara ketat dengan tidak memperbolehkan orangtua menjenguk.

BACA JUGA : Penduduk Jogja yang Sudah Disuntik Vaksin Akan Diberi Gelang Pengganti Sertifikat

 "Jumlah santri ada 4.000, saat ini yang sudah divaksin ada sekitar 1.000 santri. Anak-anak lockdown selama di pesantren, tidak boleh dijenguk, tidak boleh pulang, hanya boleh saat tertentu seperti lebaran,” ungkapnya, Kamis (19/8/2021). 

Ketua Binda DIY Andry Wibowo mengatakan vaksinasi di Ponpes Sunan Pandananran ditinjau secara virtual oleh Presiden Joko Widodo. Selain di lingkungan pesantren tersebut vaksinasi door to door juga dilakukan ke warga masyarakat sekitar. Setelah vaksinasi dosis pertama akan dilakukan pemberian dosis kedua sambil menunggu stok vaksin dari pusat. Secara umum, vaksinasi yang dikoordinasikannya menyasar 34.000 warga dari total 396.000 yang tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA termasuk mahasiswa di DIY. 

“Kami berkontribusi sekitar 10 persen. Ponpes jadi prioritas karena selain lembaga pendidikan umum, kami juga menyasar lembaga pendidikan yang dinaungi Kemenag, salah satunya ponpes. Sehingga menjadi bagian dari klaster sasaran kami,” ujarnya. 

BACA JUGA : Mantap! Mobil Vaksinasi Covid-19 Ini Bakal Menyasar Perkampungan di Jogja

Andry berharap dengan dilakukannya vaksinasi diharapkan bisa menambah persentase pelajar yang telah divaksin sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai. Karena tatap muka sangat dibutuhkan untuk menambah attitude para siswa. Berbeda dengan pengetahuan akademik bisa didapatkan secara daring.

“Kalau pendidikan bisa dibuka harapannya bisa memberikan dampak perekonomian di DIY semakin meningkat,” katanya.