SIM Keliling Polda DIY Senin 24 Agustus 2026, Ini Lokasinya
Cek Jadwal SIM keliling Jogja Senin 24 Agustus 2026 di SKUKP, JCM, dan Ramai Mall, lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Sejumlah santri Ponpes Sunan Pandanaran menunjukkan Kartu Vaksin sesaat setelah divaksin, Kamis (19/8/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Ratusan santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Ngaglik, Sleman mengikuti vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19, Kamis (19/8/2021).
Ketua Gugus Tugas Ponpes Sunan Pandanaran Azka Syabana menjelaskan, vaksinasi itu diikut sebanyak 500 santri terutama kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (jenjang SMP). Melalui vaksinasi itu diharapkan dapat memperkuat pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan pesantren. Protokol kesehatan di lingkungan ponpes diterapkan secara ketat dengan tidak memperbolehkan orangtua menjenguk.
BACA JUGA : Penduduk Jogja yang Sudah Disuntik Vaksin Akan Diberi Gelang Pengganti Sertifikat
"Jumlah santri ada 4.000, saat ini yang sudah divaksin ada sekitar 1.000 santri. Anak-anak lockdown selama di pesantren, tidak boleh dijenguk, tidak boleh pulang, hanya boleh saat tertentu seperti lebaran,” ungkapnya, Kamis (19/8/2021).
Ketua Binda DIY Andry Wibowo mengatakan vaksinasi di Ponpes Sunan Pandananran ditinjau secara virtual oleh Presiden Joko Widodo. Selain di lingkungan pesantren tersebut vaksinasi door to door juga dilakukan ke warga masyarakat sekitar. Setelah vaksinasi dosis pertama akan dilakukan pemberian dosis kedua sambil menunggu stok vaksin dari pusat. Secara umum, vaksinasi yang dikoordinasikannya menyasar 34.000 warga dari total 396.000 yang tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA termasuk mahasiswa di DIY.
“Kami berkontribusi sekitar 10 persen. Ponpes jadi prioritas karena selain lembaga pendidikan umum, kami juga menyasar lembaga pendidikan yang dinaungi Kemenag, salah satunya ponpes. Sehingga menjadi bagian dari klaster sasaran kami,” ujarnya.
BACA JUGA : Mantap! Mobil Vaksinasi Covid-19 Ini Bakal Menyasar Perkampungan di Jogja
Andry berharap dengan dilakukannya vaksinasi diharapkan bisa menambah persentase pelajar yang telah divaksin sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai. Karena tatap muka sangat dibutuhkan untuk menambah attitude para siswa. Berbeda dengan pengetahuan akademik bisa didapatkan secara daring.
“Kalau pendidikan bisa dibuka harapannya bisa memberikan dampak perekonomian di DIY semakin meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek Jadwal SIM keliling Jogja Senin 24 Agustus 2026 di SKUKP, JCM, dan Ramai Mall, lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.
Film Laut Bercerita melibatkan dua fotografer khusus untuk menghidupkan detail visual tragedi penghilangan aktivis 1998.
Portal UGM AI Tech4Disaster telah menghimpun sekitar 1.400 laporan warga untuk membantu pemetaan kebutuhan logistik pascabencana NTT.
Pria 40 tahun ditemukan tewas penuh luka di rumah warga Pajangan Bantul. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.