Droping Air Gunungkidul Mulai Menipis, BPBD Ajukan 5.000 Tangki
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Ilustrasi paskibraka di Istana Negara/JIBI-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Sedikitnya 20 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Gunungkidul terkonfirmasi virus corona. Empat orang dirawat di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi mandiri.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, anggota paskibra yang terkonfirmasi positif corona diketahui pada Selasa (17/8/2021) malam.
Diketahui ada empat anggota yang mengalami gejala demam dan panas tinggi. Selanjutnya, keempat siswa ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari untuk menjalani pemeriksaan.
"Dibawa menggunakan ambulans dan setelah dicek ternyata terkonfirmasi Covid-19," kata Ali saat dihubungi wartawan, Kamis (19/8/2021).
BACA JUGA: Lesti Kejora-Rizky Billar Resmi Jadi Suami Istri
Adanya kasus konfirmasi positif di internal paskibra, maka langsung dilakukan tracing. Sebanyak 70 anggota paskibra ditambah pebdamping dan pelatih dilakukan pengetesan.
Adapun hasilnya, 16 anggota dinyatakan positif Corona melalui swab antigen. Meski demikian, sambung Ali, belasan anggota paskibra ini hanya menjalani isolasi mandiri di rumah karena tanpa gejala.
"Meski menjalani isolasi di rumah, kami tetap mengimbau agar asupan gizi tetap dijaga sehingga kesehatan tetap terjaga," katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip ini memastikan, penularan hanya terjadi pada anggota. Sedang dari kalangan pendamping maupun pelatih tidak ada yang terpapar Corona.
Ia menambahkan, upaya antisipasiagar terhindar dari virus Corona sebenarnya sudah dilakukan.
Hal ini dikarenakan sebelum menjalani pelatihan sudah dilakukan pengetesan dan hasilnya negatif. "Pada saat bertugas semua aman karena dapat menjalankan tugasnya dengan baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
BNPB memfokuskan verifikasi 98.986 rumah rusak pascagempa Flores, sementara distribusi logistik telah mencapai 98,39 persen.
Jasa Marga telah menyerap capex Rp4,4 triliun hingga semester I/2026. Simak progres Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo.
Imigrasi Semarang mendeportasi dua WN China yang terjaring operasi pengawasan di KIK. Sebanyak 505 WNA diperiksa legalitasnya.
Cek jadwal 6 bansos September 2026, mulai PKH, BPNT, beras, PIP, PBI JKN hingga KIP Kuliah dan BLT Kesra Rp900.000.
LLDIKTI V menginisiasi konsorsium perguruan tinggi se-DIY untuk memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dunia usaha, dan industri.