Paniradya Kaistimewan Minta Kelurahan Segera Gunakan BKK Danais

Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho saat memberikan penjelasan soal pencairan BKK Danais untuk penanganan Covid-19, Senin (23/8/2021). - Harian Jogja - Sunartono\\r\\n\\r\\n\\r\\n
24 Agustus 2021 10:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 104 kalurahan telah mencairkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan DIY untuk penanganan Covid-19. Dana tersebut diharapkan segera dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan dari total 392 kalurahan, sebanyak 104 kalurahan telah ditransfer BKK per Jumat (20/8) pekan lalu sedangkan 177 kalurahan dalam proses pengecekan persyaratan administrasi untuk segera dicairkan.

Kalurahan Sumbermulyo, Bantul termasuk paling cepat untuk proses pencairannya. Pada pencairan awal 13 Agustus 2021 lalu tercatat sebanyak satu kalurahan dari Gunungkidul dan enam kalurahan dari Bantul.

“Dari dokumen 177 kalurahan yang proses, sudah lengkap tetapi harus dicek, kalau ada kekurangan akan dikembalikan untuk dilengkapi. Jadi untuk pencairan ada 104 sudah ditransfer dan 177 itu disiapkan untuk ditransfer. Kalau pengajuan, semua kabupaten sudah mengajukan tetapi persentasenya beda-beda,” katanya, Senin (23//8/2021).

Petugas dari Paniradya menggelar pengecekan ke kalurahan-kalurahan lewat komunikasi daring untuk memastikan dana telah masuk ke pendapatan kalurahan. Karena ada beberapa kalurahan yang tidak menyadari dana tersebut telah cair sehingga program penggunaan tidak segera dilaksanakan. Padahal, dana tersebut diharapkan segera dimanfaatkan dan bisa dirasakan masyarakat terutama untuk menangani pandemi Covid-19.

Aris menambahkan dari total BKK Danais Covid-19 Rp22,6 miliar tersebut perolehan setiap kalurahan berbeda-beda, dari Rp50 juta sampai Rp145 juta. Kalurahan yang memiliki program Jaga Warga-nya kurang dari setengah padukuhan hanya mendapatkan Rp50 juta.

Karena program penanganan Covid-19 mengunakan danais ini berjalan dengan titik poin program Jaga Warga sedangkan kalurahan yang memiliki program Jaga Warga lebih dari 50% maka diberikan Rp70 juta.

“Peruntukan dana tersebut terutama untuk membantu masyarakat yang menjalani isolasi mandiri. Kemudian aktivitas Jaga Warga atau Satgas Covid-19 Kalurahan. Intinya kedua itu. Tetapi misalnya untuk beli alat oksimeter, alat pelindung diri, kami serahkan ke kalurahan yang lebih memahami kondisinya. Penggunaannya tidak boleh ada duplikasi dengan dana desa,” ujar Aris.

Aris khawatir jika dana tersebut tidak segera dimanfaatkan maka akan kehilangan momentum karena secara khusus untuk penanganan Covid-19. Pemda DIY bahkan memberikan kemudahan kalurahan untuk menggunakan dana kalurahan lebih dahulu tetapi syaratnya asal perubahan penjabaran APBDes sudah dilakukan.

Lurah Gadingsari, Sanden, Bantul, Mashuri, berterima kasih dengan adanya BKK Danais Covid-19 sehingga sangat bermanfaat untuk membantu warga yang saat ini terpapar Covid-19 maupun pencegahannya. Ia merasakan proses pencairan tergolong cepat dan banyak kemudahan diberikan melalui sejumlah persyaratan.

Sesuai kebutuhan, maka dana akan digunakan untuk membeli sarana prasarana sukarelawan Covid-19. Kemudian untuk berbagai kegiatan berkaitan dengan Jaga Warga dalam membantu menangani Covid-19.