Kisah Satgas Covid-19 Kalurahan di Sleman Berhasil Keluar dari Zona Merah

Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan tim pemakaman Satgas Covid-19 Sleman belum lama ini. - Ist/dok PMI Sleman
24 Agustus 2021 06:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah kalurahan tidak tinggal diam dalam upaya menurunkan kasus Covid-19 di wilayahnya. Selain meminta warga tidak abai menerapkan protokol kesehatan, Satgas kalurahan terus mengupayakan vaksinasi bagi warganya.

Lurah Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman Amin Sarjito mengatakan dalam waktu dua pekan kalurahan bisa menurunkan status zonasi Covid-19. Dari sebelumnya masuk zona merah saat ini masuk zona kuning. Ketika terjadi temuan kasus Covid-19, katanya, Satgas juga langsung melakukan trasing kepada kontak erat dengan tes swab PCR. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus ke warga lainnya.

BACA JUGA :Tingkat Penularan Covid Turun, Masih Ada RT Zona Merah di Gunungkidul 

Satgas juga mengajak warga untuk menaati prokes dan memberikan pemahaman untuk mencegah paparan virus. Sebab, kata Amin, masih ada warga yang belum mengetahui cara menghindari virus Covid-19. "Alhamdulillah kesadaran warga untuk menaati prokes sudah muncul. Status kami sudah keluar dari zona merah ke zona kuning," katanya, Senin (23/8/2021).

Amin mengatakan, kesadaran warga untuk menaati prokes meningkat setelah 14 warga Hargobinangun meninggal akibat pandemi ini. Warga yang meninggal, katanya, tidak hanya yang berusia lanjut tetapi juga usia produktif. "Jadi warga mulai sadar dan mematuhi prokes setelah banyak kasus kematian akibat terpapar Covid-19," katanya.

Saat ini, ujar Amin, masih tercatat 14 kasus aktif di Hargobinangun. Dua warganya bahkan masih dirawat di RSKDC Respati karena sudah lanjut usia dan bergejala sedang. "Nah untuk pencegahan, warga kami data agar mengikuti program vaksinasi Covid-19. Mereka antusias untuk mengikuti kegiatan vaksinasi ini," katanya.

Hal sama diutarakan Lurah Argomulyo Cangkringan, Danang Hendri Bintoro. Status kalurahan di Cangkringan masuk zona merah saat dua pekan lalu. "Saat ini, semua kalurahan di Cangkringan sudah masuk zona kuning. Ini berkat kerja keras semua pihak yang terus mengingatkan warga agar menerapkan protokol kesehatan," kata Danang.

BACA JUGA : Terus Menurun, Masih Ada 37 Kalurahan di Sleman yang Masuk Zona Merah

Dia menyebut, puluhan warga Suruh, Bronggang yang sebelumnya terpapar Covid-19 sudah selesai mejalani isolasi mandiri. Bahkan warga yang sempat menjalani isolasi di Isoter Maguwoharjo juga kembali ke rumah masing-masing. "Mereka mengakhiri isolasi mandiri Senin pekan lalu. Semuanya sudah sehat. Mudah-mudahan September nanti sudah masuk zona hijau," katanya.

Saat ini, kata Danang, kalurahan aktif terlibat dalam vaksinasi bagi warga. Untuk memastikan semua warga Argomulyo divaksin, kalurahan melakukan pendataan kepada warga. "Untuk menghindari kerumunan saat mengantri vaksin di Puskesmas, kami menjadwalkan warga untuk divaksin. Jadi mereka diminta datang sesuai jam yang ditentukan," katanya.

Hanya saja, kata Danang, ada kendala yang saat ini dihadapi di tengah antusiasme warga Agromulyo untuk divaksin Covid-19. Yakni, lanjut Danang, terkait ketersediaan stok vaksin di wilayah yang masih terbatas. "Misalnya vaksin untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas, masih terbatas. Saat ini yang tersedia jenis vaksin Astra Zaneca sementara yang Sinovac belum ada," kata Danang.

Diberitakan sebelumnya, jumlah zona merah untuk tingkat kalurahan di Sleman berangsur-angsur menurun. Jika pekan lalu terdapat 44 kalurahan yang masuk zona merah, maka pada pekan ini jumlah kalurahan zona merah berkurang 7 kalurahan menjadi 37 kalurahan.

BACA JUGA : Selama PPKM Leval 4, Tak Ada Zona Merah di Kulonprogo

Berdasarkan peta epidemologi Covid-19 Sleman yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Sabtu (21/8) saat ini dari 86 kalurahan di Sleman jumlah kalurahan dengan zona merah (tingkat penularan tinggi) hanya tercatat 37 kalurahan saja.

Meski begitu, penularan kasus Covid-19 di Sleman masih terus terjadi. Kondisi ini menyebabkan hingga kini belum ada satu kalurahan pun di Sleman yang masuk zona hijau (tidak ada kasus sama sekali). "Saat ini tinggal 31,8% dari total 86 Kalurahan di Sleman yang masuk zona merah, dan tidak ada satu Kalurahan pun yang berada dalam zona hijau (0%)," kata Plt Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama, Sabtu (21/8).

Sumber : Antara