Sleman Siapkan Strategi Tekan Kasus Agar Keluar dari Status PPKM Level 4

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
25 Agustus 2021 06:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman terus berupaya menekan penyebaran Covid-19. Selain tetap meningkatkan testing dan tracing, kegiatan vaksinasi juga terus digencarkan. Harapannya Sleman segera turun ke PPKM Level 3.

Plt Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan penerapan PPKM mampu menekan penularan kasus positif Covid-19. Kasus sembuh di Sleman lebih banyak dibandingkan kasus baru meskipun tingkat fatalitas masih tinggi.

BACA JUGA : 5 Kali Perpanjangan PPKM, Pelanggaran Prokes Masih Terjadi di Sleman

BOR untuk TT kritikal 189 TT hanya terisi 38,6% sementara TT non kritikal 931 TT hanya terisi 41,6%. Hanya saja tingkat kematian masih tinggi 4,4%. "Sampai saat ini tercatat 1200 pasien masih dirawat di rumah sakit rujukan dan 68 di Isoter. Sementara kasus aktif per 22 Agustus tercatat 5.322 kasus. Trennya terus menurun," kata Cahya, Selasa (24/8/2021).

Selain testing dan tracing, katanya  untuk menekan penularan Covid-19, Dinkes terus menggencarkan kegiatan vaksinasi. Kegiatan vaksinasi digelar baik secara reguler maupun melalui sentra-sentra vaksin yang ada di Sleman. Upaya ini dilakukan salah satunya, agar Sleman mampu keluar dari level 4 PPKM yang ditetapkan pemerintah pusat.

BACA JUGA : Mal di Sleman Hari Ini Mulai Dibuka

Hanya saja, kata Plt Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama kegiatan vaksinasi Covid-19 sampai saat ini masih belum memenuhi target yang dicanangkan sebanyak 15.000 orang perhari. "Selain kendala vaksinator, stok ketersediaan vaksin memang masih menjadi kendala. Padahal antusiasme masyarakat untuk divaksin sangat tinggi. Kami belum bisa memenuhi target," katanya

Hingga kini, vaksinasi Covid-19 dosis pertama mencapai 399.077 sasaran (45,4%) sedangkan dosis kedua 199.615 sasaran (22,7%). Pemkab sendiri menargetkan 70% warga Sleman sudah divaksin pada Oktober mendatang. "Untuk itu, kami melibatkan kalurahan dalam pendataan vaksin ini. RT dan RW juga dilibatkan untuk mendata siapa saja yang belum divaksin," katanya.