Tol Jogja-Solo di Ringroad Kronggahan Rampung Oktober 2026, Desember Fungsional
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Ilustrasi. /Bisnis-Endang Muchtar
Harianjogja.com, BANTUL - Ayam Jowo Super (Joper) inisiasi Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul (DPPKP) Bantul kepada belasan kelompok ternak siap dipanen. Hasil budidaya ayam Joper menunjukan masing-masing ayam memiliki berat di atas rata-rata.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPKP Bantul, Joko Waluyo pada Kamis (26/8) menyampaikan setidaknya ada 11 kelompok ternak yang memperoleh pelatihan budidaya ayam joper. Dari jumlah tersebut, sebagian besar anakan ayam bantuan dinas yang sebelumnya diberikan siap panen di periode Agustus - September ini.
BACA JUGA : Ada PPKM, Pelatihan Ayam Joper di Bantul Disetop
"Yang 11 kelompok sudah jalan. Day Old Chick [DOC] ayam joper sudah dibagikan semua ke 11 kelompok ternak di berbagai wilayah Bantul," ujarnya.
Sebelum diberikan bantuan anakan ayam, kelompok ternak terlebih dahulu mendapat pelatihan mulai dari persiapan, tata cara budidaya, pemberian pakan dan suplemen yanh benar.
"Hasilnya kemarin sudah ada kelompok yang lapor, dari 100 ekor ayam joper dapat menghasilkan bobot 129 kilogram. Bila di rata-rata hasilnya sangat bagus, satu ayam bisa memiliki bobot rata-rata 1,3 kilogram," tambahnya.
Bobot rata-rata 1,3 kilogram per ekor ayam joper disebutkan Joko sudah memenuhi target. "Sudah memenuhi target. Targetnya 1,2 kilogram per ekor, ini bahkan melebihi target," tuturnya.
Kendati PPKM, Joko menyebutkan pemasaran panen ayam Joper tidak menemui masalah. Peternak masih dapat menjual ayam ke konsumen secara daring melalui media sosial seperti Whatsapp Group. "Kalau soal pasar kayaknya enggak masalah, pada membuat grup Whatsapp, saling informasi," tambahnya.
BACA JUGA : Telur Ayam Joper Hasil Budidaya KWT Kulonprogo Mulai
"Nanti hasil penjualan, uangnya kembali ke kelompok. Untuk permodalan kembali para kelompok ternak," tandasnya
Joko menerangkan jenis ayam Joper memiliki keunggulan dari segi kualitas daging. Secara rinci karakteristik daging ayam joper berada di kelas berbeda dibandingkan ayam broiler.
"Selain itu keunggulan ayam joper ini ada waktu panennya yang lebih cepat ketimbang ayam jawa biasa. Rata-rata berat badan ayam joper saat dipanem mencapai 0,9 - 1,2 kilogram selama 70 hari dipelihara," pungkasnya.
Berdasarkan catatan Joko dari total kelompok ternak yang menjadi sasaran pelatihan dan bantuan DOC ayam joper, baru sekitar separuhnya yang mendapatkan pelatihan. "Masih 12 dari 23 target sasaran kelompok ternak. Baru separuhnya," ungkapnya.
Pelatihan ditunda selama PPKM, untuk mendukung impelementasi kebijakan pemerintah pada aspek pencegahan kerumunan. "Selema PPKM tertunda. Tapi enggak tahu sampai kapan PPKM. Nanti dilanjutkan lagi setelah PPKM. Kita nanti kalau sudah habis PPKM kita langsung melanjutkan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.