Masuk Bantul Bisa Pakai Kartun Vaksin

Ilustrasi. - Freepik
30 Agustus 2021 12:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemkab Bantul akan menggunakan berbagai plafon untuk memastikan jika wisatawan yang berkunjung ke wilayahnya telah tervaksin. Selain menerapkan, aplikasi Pedulilindungi, Pemkab akan mewajibkan wisatawan menunjukkan kartu vaksin.

"Jadi kita akan menggunakan banyak cara, bisa pakai kartu vaksin, juga bisa pakai aplikasi Pedulilindungi. Ini untuk memastikan bahwa yang hadir itu orang-orang yang memiliki imunitas paka vaksinasi dan semoga yang didatangi itu aman," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di sela Rapat Paripurna di Gedung DPRD Bantul, Senin (30/8).

BACA JUGA : Sakit Perut Setelah Vaksinasi, Warga Bantul Meninggal Kecelakaan

Meski demikian, Halim mengaku sampai saat ini, pihaknya belum memberlakukan kewajiban menunjukkan kartu vaksin dan aplikasi Pedulilindungi. Sebab, sejauh ini PPKM Level IV masih diberlakukan di Bumi Projotamansari. Alhasil, objek wisata juga belum dibuka.

"Nanti kalau sudah kita buka maka bisa kita terapkan," lanjut Halim.

Sementara sejumlah pelaku wisata di Bantul mengaku lebih memilih menggunakan kartu vaksin sebagai syarat wisatawan yang datang, daripada aplikasi Pedulilindungi. Alasannya, keberadaan aplikasi Pedulilindungi akan merepotkan mereka. Selain itu, para pelaku wisata di Bantul ini menilai tidak semua wisatawan yang datang memiliki handphone.

Ketua Koperasi Notowono yang mengelola sejumlah objek wisata di Kapanewon Dlingo Purwo Harsono mengatakan, meski telah ada sosialisasi pemberlakuan aplikasi Pedulilindungi sebagai syarat berwisata, akan tetapi, itu baru sebatas rencana.

“Karena pembukaan objek wisata kan baru akan dilakukan setelah 80 persen penduduk DIY tervaksin, ini sesuai dengan keinginan dari Gubernur DIY,” katanya.

BACA JUGA : 654 Difabel dan Pendamping di Bantul Disuntik Vaksin Covid-19

Menurut Ipung-panggilan akrab Purwo Harsono, pihaknya dipastikan akan kesulitan dengan penerapan aplikasi Pedulilindungi sebagai syarat berwisata. Sebab, jika ada wisatawan yang tidak menggunakan handphone dan tidak mengunduh aplikasi Pedulilindungi nantinya harus ditolak. “Padahal, kan mereka sudah jauh-jauh datang?, apa ya kami tolak?,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar syarat aplikasi tersebut bisa diganti dengan kartu vaksin. Sebab, dengan kartu vaksin akan lebih simpel penerapannya. “Jadi tidak usah dibikin ribet. Toh, kami sudah 80 persen divaksin dan telah menerapkan‎ kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan hidup. Jadi cukup tunjukkan kartu vaksin saja,” imbuhnya.

Hal sama juga diungkapkan oleh pengelola Puncak Sosok Rudi Haryanto. Ia menilai penerapan aplikasi PeduliLindungi akan sulit terealisasi. Sebab, aplikasi Visiting Jogja yang saat ini diberlakukan saja belum sepenuhnya terealisasi.  

“Cukup tunjukkan kartu vaksin saja. Akan tetapi, ini nanti juga jadi masalah, karena untuk wisatawan di bawah 12 tahun kan pasti tidak punya kartu vaksin, padahal kan mereka datang ke tempat wisata bersama dengan orang tua mereka. Ini juga harus dipikirkan,” katanya.

Meski memilih kartu vaksin, baik Rudi maupun Ipung mengaku akan mengikuti peraturan yang berlaku. “Intinya kami minta aturannya dibikin simpel,” ucapnya.