Sekolah Tatap Muka Akan Dimulai, Ini Catatan Epidemiolog UGM

Ilustrasi. - Freepik
31 Agustus 2021 20:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Wilayah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 diizinkan membuka pembelajaran tatap muka secara terbatas mulai Senin (30/8/2021). Epidemiolog UGM memberi catatan pada kebijakan ini agar tidak terjadi penularan Covid-19 di sekolah.

Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama, menjelaskan pembelajaran tatap muka harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya, pembelajaran tatap muka di level manapun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.

Hal ini kata dia, mengingat pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T) di seluruh wilayah Tanah Air yang belum berjalan dengan baik. "Semua level PPKM kalau pembelajaran tatap muka harus disiplin dengan protokol dan melaksanakan uji coba dulu kemudian dievaluasi oleh semua pihak termasuk pihak kesehatan,” ujarnya, Selasa (31/8/2021).

Pelaksanaan protokol kesehatan harus diterapkan betul tidak hanya oleh siswa dan tenaga pendidik, namun juga seluruh staf serta orang tua siswa. Perlu diperhatikan pula jika pelaksanaan protokol kesehatan tidak saja untuk di dalam sekolah tapi juga di luar sekolah, karena sumber penularan bisa berasal dari luar sekolah.

BACA JUGA: Mal di Sleman Mulai Ramai

Di samping protokol kesehatan, sistem tanggap dan pengawasan Covid-19 di sekolah harus berjalan dengan baik. Dengan begitu bisa cepat mendeteksi siswa yang diduga terkena Covid-19. “Kemudian ditunjang dengan memastikan sebagian besar warga sekolah yang terlibat pembelajaran tatap muka sudah divaksin," katanya.

Adapun wilayah Sleman saat ini masih berstatus PPKM level 4, sehingga pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan. Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menuturkan Pemkab SLeman baru akan menggelar pembelajaran tatap muka setelah semua siswa divaksin.

“Apabila sesuai rencana, target tanggal 12 September pelajar Sleman selesai divaksin. Sisanya tinggal sekitar 3.400 yang belum karena baru selesai terpapar, tidak hadir maupun tidak diizinkan oleh orang tuanya,” kata dia.