SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Wilayah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 diizinkan membuka pembelajaran tatap muka secara terbatas mulai Senin (30/8/2021). Epidemiolog UGM memberi catatan pada kebijakan ini agar tidak terjadi penularan Covid-19 di sekolah.
Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama, menjelaskan pembelajaran tatap muka harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya, pembelajaran tatap muka di level manapun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.
Hal ini kata dia, mengingat pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T) di seluruh wilayah Tanah Air yang belum berjalan dengan baik. "Semua level PPKM kalau pembelajaran tatap muka harus disiplin dengan protokol dan melaksanakan uji coba dulu kemudian dievaluasi oleh semua pihak termasuk pihak kesehatan,” ujarnya, Selasa (31/8/2021).
Pelaksanaan protokol kesehatan harus diterapkan betul tidak hanya oleh siswa dan tenaga pendidik, namun juga seluruh staf serta orang tua siswa. Perlu diperhatikan pula jika pelaksanaan protokol kesehatan tidak saja untuk di dalam sekolah tapi juga di luar sekolah, karena sumber penularan bisa berasal dari luar sekolah.
BACA JUGA: Mal di Sleman Mulai Ramai
Di samping protokol kesehatan, sistem tanggap dan pengawasan Covid-19 di sekolah harus berjalan dengan baik. Dengan begitu bisa cepat mendeteksi siswa yang diduga terkena Covid-19. “Kemudian ditunjang dengan memastikan sebagian besar warga sekolah yang terlibat pembelajaran tatap muka sudah divaksin," katanya.
Adapun wilayah Sleman saat ini masih berstatus PPKM level 4, sehingga pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan. Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menuturkan Pemkab SLeman baru akan menggelar pembelajaran tatap muka setelah semua siswa divaksin.
“Apabila sesuai rencana, target tanggal 12 September pelajar Sleman selesai divaksin. Sisanya tinggal sekitar 3.400 yang belum karena baru selesai terpapar, tidak hadir maupun tidak diizinkan oleh orang tuanya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.