Antisipasi Antrean Panjang, Kemenag Kulonprogo Cetuskan Program Haji Siaga

Ilustrasi. - Reuters.
01 September 2021 07:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo membentuk program Haji Siaga mengingat antrean pendaftaran haji di wilayah DIY yang tercatat sudah mencapai 30 tahun. Program Haji Siaga dibentuk untuk mewadahi calon haji yang mempunyai latar belakang ilmu agama yang berbeda-beda.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo Wahib Jamil mengatakan program Haji Siaga diinisiasi oleh jawatannya mengingat kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki oleh masing-masing calon jemaah haji berbeda-beda.

"Waiting list kita sudah sekitar 30 tahun, dengan jumlah 9.701 jemaah yang ada di wilayah kabupaten Kulonprogo. Kemampuan dasar agama masing-masing jemaah berbeda, maka kita programkan Haji Siaga [Sinau Agama]. Dalam pelaksanaannya, tentu kita akan membangun kerjasama atau kemitraan dengan lembaga-lembaga keagamaan," kata Jamil pada Selasa (31/8/2021).

Lebih lanjut, pelaksanaan program Haji Siaga yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo tujuannya memberikan bekal pengetahuan ilmu agama secara umum kepada calon jemaah haji yang sedang menunggu jadwal keberangkatannya.

"Pelaksanaan pembekalan calon jemaah haji bekerjasama dengan ormas, pondok pesantren, taman pendidikan Al-Quran, majelis taklim, takmir masjid, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), dan lembaga keagamaan Islam lainnya," sambung Jamil.

Baca juga: Persiapkan Belajar Tatap Muka, Sleman Genjot Vaksinasi Pelajar

Adapun, pelaksanaan kegiatan Haji Siaga juga bakal menggandeng kantor urusan agama (KUA) yang berada di masing-masing kapanewon. "Teknisnya bisa dibuat pemetaan kemampuan beragama bagi calon jemaah haji sehingga bisa berbentuk kelas dasar, menengah, dan seterusnya sembari menunggu pemberangkatan haji yang bersangkutan," terang Jamil.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Kulonprogo Saeful Hadi mengatakan bahwa jawatannya bakal membangun kemitraan dengan lembaga dan ormas Islam untuk mendukung program tersebut.

"Kita akan membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga seperti pesantren, madrasah diniyah, TPA, dan lain-lain untuk bersinergi membantu mendampingi sinau (belajar) agama. Materi yang dipelajari tentang dasar ibadah seperti baca quran, thaharah, dan salat," kata Saeful.

"Harapannya, sambil menunggu antrean keberangkatan yang masih lama tersebut jemaah haji dapat belajar ilmu-ilmu dasar agama. Sehingga saat berangkat haji nanti jemaah sudah menguasai dasar-dasar ibadah tersebut," ujar Saeful.