Persiapkan Belajar Tatap Muka, Sleman Genjot Vaksinasi Pelajar

Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
31 Agustus 2021 19:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pembelajaraan tatap muka (PTM) terus dipersiapkan Pemkab Sleman. Salah satunya dengan menggenjot vaksinasi bagi kalangan pelajar usia 12 tahun ke atas.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana mengatakan saat ini dilakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi kalangan pelajar. Sejak vaksinasi Covid-19 diberikan kepada pelajar usia 12 tahun ke atas pada akhir Juli lalu, saat ini capaiannya dinilai menggembirakan.

"Untuk vaksinasi pelajar di Sleman yang sudah divaksin sampai hari ini tingkat SMP mencapai 52.54 persen dari jumlah pelajar sebanyak 39.495 siswa," jelas Ery saat jumpa pers, Selasa (31/8/2021).

Untuk mencapai 100% sasaran vaksin, sejak 24 Agustus hingga 12 September mendatang, Disdik menjadwal pemberian vaksin Covid-19 per sekolah. Jumlah sasarannya rata-rata sertiap hari antara 1.000 hingga 2.000 siswa. Hingga 31 Agustus jumlah siswa yang divaksin sebanyak 20.750 siswa.

BACA JUGA: Fusion Toilet Bantu Kurangi Cedera Punggung saat Buang Air

Untuk satu pekan ke depan, lanjutnya, vaksinasi bagi pelajar telah dijadwalkan kembali sehingga dengan jumlah sasaran sebanyak 15.291 siswa. "Jika sesuai rencana, maka target pada 12 September sebanyak 36.041 pelajar di Sleman selesai divaksin. Ini capaiannya 91,25 persen dari seluruh siswa SMP sebanyak 39.495 siswa," katanya.

Ery mengatakan, Disdik mencatat sebanyak 3.454 siswa nantinya belum bisa menjadi sasaran vaksin. Alasannya, selain menjadi penyintas, baru dinyatakan sembuh atau sedang terpapar Covid-19, siswa yang belum divaksin ini tidak hadir saat diundang untuk mengikuti vaksinasi. "Ada juga yang tidak diijinkan oleh orang tuanya. Untuk yang menjadi penyintas, aturannya kan dapat divaksin setelah tiga bulan dinyatakan sembuh. Nanti kami fasilitasi jika mau divaksin," katanya.

Tidak hanya capaian vaksinasi bagi pelajar yang menggembirakan, Ery menyebut jika guru atau pengajar hingga tenaga pendidikan di sekolah mulai PAUD hingga SMP sudah banyak yang divaksin. Ia menyebut dari seluruh jumlah pendidik dan tenaga kependidikan tersebut, 83-94% telah divaksin.

Untuk TK/PAUD dari 2.466 guru sebanyak 94% sudah divaksin dan 466 tenaga kependidikan yang sudah divaksin sebanyak 83%. Untuk Pendidikan non formal dari 2.564 guru sebanyak 92% sudah divaksin dan 355 tenaga kependidikannya yang divaksin mencapai 88%.

Untuk SD dari 6.349 guru sebanyak 93% sudah divaksin dan 1.558 tenaga kependidikan yang sudah divaksin sebanyak 90%. Adapun SMP dari 2.981 guru sebanyak 92% sudah divaksin dan 831 tenaga kependidikan yang sudah divaksin sebanyak 91%.

"Sejumlah pendidikan maupun tenaga pendidik yang belum divaksin karena tidak lolos screening kesehatan dan sebelumnya pernah terpapar covid 19," katanya.

Dengan demikian, katanya, penerapan PTM di Sleman tinggal menunggu izin dari pemerintah. Sebab secara sarana dan prasarana hingga skenario penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah disiapkan dengan baik. "Kami juga sudah mengirimkan video bagaimana pelaksanaan PTM jika nanti diberlakukan. Tentu secara bertahap, misalnya untuk uji coba sehari maksimal dua jam dulu," katanya.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Kunto Riyadi mengatakan saat ini PPKM di Sleman masih pada level 4. Tentunya, untuk PTM belum dapat dilaksanakan. "Sambil menunggu, Pemkab memaksimalkan pemberian vaksinasi bagi para pelajar, guru dan tenaga kependidikan. Ini menjadi salah satu syarat PTM bisa digelar," katanya.