Laka Tanjakan Breksi Telan 6 Korban, Bagaimana Kondisi Infrastruktur Lokasi Kejadian?

Lokasi kecelakaan di Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Sleman. - Harian Jogja - Abdul Hamid Razak.
04 September 2021 13:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman mengatakan kasus kecelakaan maut di dekat objek wisata Tebing Breksi pada Jumat (3/9/2021) malam, bukan disebabkan karena infrastruktur yang tidak memadai.

Kepala Dishub Sleman Arip Pramana menyatakan kasus kecelakaan tersebut bukan diakibatkan masalah infrastruktur seperti rambu-rambu atau penerangan yang kurang. Saat kejadian, truk berjalan menurun dengan muatan batu. Diduga kecelakaan tersebut disebabkan rem blong.

BACA JUGA : Telan 6 Korban Meninggal, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Dekat Tebing Breksi

"Rambu-rambu sudah ada dan lampu penerangan jalan, terutama di bagian bawah juga sudah banyak. Jadi kecelakaan bukan karena insfrastruktur tidak memadai," kata Arip saat dikonfirmasi Harian Jogja, Sabtu (3/9/2021).

Diakuinya, penerangan jalan memang yang belum banyak di bagian atasnya Breksi sepanjang jalan tersebut hingga Bukit Klumpit. Oleh karenanya, kata Arip saat ini Dishub sedang menyusun DED (detail engeneering design) pemasangan LPJU di wilayah Prambanan. "Temasuk jalan ke Bukit Klumpit untuk mendukung destinasi wisata. Kalau DED diselesaikan tahun ini, pemasangannya bisa 2023," katanya.

Diakui Arip, selama ini sangat jarang kasus kecelakaan terjadi di sepanjang jalan tersebut. Berbeda kasus jika sering terjadi kecelakaan, bisa dipastikan akan dilakukan audit keselamatan dengan melibatkan semua sektor terkait termasuk Bina Marga. "Tentu ada audit kecelakaan kalau terkait masalah infrastruktur. Misalnya tingkat kemiringan dan sebagainya. Tapi ini tidak," katanya.

BACA JUGA : Laka Maut Dekat Tebing Breksi, Korban Meninggal Bertambah Jadi 6 Orang

Sekadar diketahui, enam orang warga meninggal dunia akibat kecelakaan maut di tikungan dekat objek wisata Tebing Breksi. Kecelakaan maut ini terjadi pada Jumat (3/9) malam sekitar pukul 20.10 WIB. Saat itu, delapan warga Daraman, Srimartani, Piyungan, Bantul hendak pulang setelah mengambil batu menggunakan kendaraan truk bak terbuka nopol AB 8242 ZU. Saat berada di jalan menurun, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga terguling di tikungan bawah tebing Breksi.