Advertisement

Harian Jogja Raih Penghargaan dari Perpusnas

Nina Atmasari
Senin, 13 September 2021 - 13:27 WIB
Bhekti Suryani
Harian Jogja Raih Penghargaan dari Perpusnas Penghargaan Perpusnas untuk Surat Kabar Harian Jogja/Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-- Surat Kabar Harian Jogja menerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional dalam Pelaksana Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Jenis Koleksi Surat Kabar untuk Jenis Koleksi Surat Kabar. Penganugerahan penghargaan ini digelar secara daring, Senin (13/9/2021).

Penghargaan ini diberikan pada penerbit dan produsen karya rekam yang menghimpun karya-karyanya ke Perpusnas, karena salah satu tugas Perpusnas adalah melestarikan karya bangsa.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Terdapat 30 penerbit yang mendapat penghargaan, terdiri dari media massa dan penerbit buku serta jurnal dan majalah-majalah in-house. Untuk media massa umum tingkat daerah, Harian Jogja menjadi satu-satunya koran lokal yang diberikan penghargaan. Adapun untuk media nasional, ada Investor Daily dan Femina.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando berterima kasih pada pengusaha yang bergerak di bidang karya rekam dan karya cetak atas ketaatannya pada UU no 4 tahun 1990, revisi UU 13 tahun 2019 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

"Tanpa penulis tanpa pengarang, tanpa penerbit tanpa musisi semua perpustakaan di seluruh dunia adalah simbol gedung tua yang tidak berisi. Isi seluruh perpustakaan di dunia yang menjadi simbol kemajuan peradaban adalah apa yang diciptakan oleh para penulis yang oleh dewan juri diberikan catatan penting sesuai kemanfaatannya pada kelompok masyarakat yang memanfaatkannya," katanya.

BACA JUGA: Mulai Rp200.000, Ini Fasilitas di Hotel Kotta Go Jogja

Tugas Perpusnas, lanjutnya, adalah menghimpun, mengelola mendayagunakan, menganalisis seberapa banyak bahan yang dibutuhkan dan mana masyarakat yang membutuhkan. Jadi semua ada kemanfaatannya. Siapapun yang telah menciptakan dan menuliskan buku, dia telah mendaftarkan keabadian namanya dalam suatu zaman yang tiada akhir. Dahsyatnya ilmu pengetahuan yang dibukukan, jauh lebih dahsyat daripada persenjataan, karena satu peluru menghancurkan satu kepala tapi menghancurkan jutaan nilai kemanusiaan. Sebaliknya satu buku yang didigitalkan akan menembus jutaan kepala dan menumbuhkan miliaran kemanusiaan baru, itulah esensi dari peradaban dan tugas kita adalah membangun peradaban.

Negara yang maju itu selalu ditandai dari produk buku-bukunya. Semakin banyak buku, semakin tinggi peradaban yang dicapai. tapi tugas selanjutnya setelah tersedia bahan bacaan yag cukup adalah bagaimana membuat orang memahami apa yang tersurat tersebut.

Advertisement

Selanjutnya adalah bagaimana membuat semua orang mendapatkan akses dari bahan bacaan tersebut, yakni bagiamana menjangkau seluruh masyarakat termasuk di Papua. Maka paradigma perpustakaan saat ini adalah perpustakaan menjangkau masyarakat bukan masyarakat menjangkau perpustakaan.

Ketika sudah menghasilkan karya cetak dan karya rekam, dilanjutkan bagaimana menginternalisasikannya agar orang paham, dan orang termotivasi baru dengan itu. Tidak cukup mewisuda mahasiswa di kampus, karena literasi adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bisa dipakai dalam kompetisi global. Kemampuan untuk menciptakan barang dan jasa itu diperoleh dengan buku.

"Kekuatan sebuah bangsa ada pada ilmunya. Karenanya, acara ini wujud Perpustakaan Nasional memberi pernghargaan pada putra putri bangsa yang telah menghasilkan karya cetak dan karya rekam untuk menjadi jembatan yang sangat panjang dalam sejarah ilmu pengetahuan," kata Muhammad Syarif Bando.

Advertisement

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, Harian Jogja berkomitmen untuk selalu mendokumentasikan karya-karyanya baik secara fisik maupun digital. Ini sekaligus akan menjadi pengingat di suatu masa nanti bahwa Harian Jogja telah menghasilkan sesuatu.

“Karya-karya yang kami hasilkan akan akan menjadi bagian sejarah perjalanan kami di masa yang akan datang bahwa kami telah menghasilkan karya, karya yang tentu saja bermanfaat bagi kita semua, mengedukasi dan menginspirasi,” kata Anton.

Ia juga akan terus mendokumentasikan karya-karya sebaik mungkin sehingga ke depan bisa dinikmati pihak-pihak yang membutuhkan baik untuk kepentingan riset atau yang lainnya. “Terima kasih kepada Perpusnas yang sudah memberikan penghargaan kepada Harian Jogja. Semoga kerja sama antata Harian Jogja dan Perpusnas terus berlanjut,” tambahnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PUPR Akan Teken 18 Kontrak IKN Rp9,68 Triliun hingga Akhir Tahun

News
| Senin, 28 November 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement