Advertisement

Petani Berharap Harga Singkong Tidak Anjlok

David Kurniawan
Kamis, 16 September 2021 - 09:47 WIB
Sunartono
Petani Berharap Harga Singkong Tidak Anjlok Hari, petani asal Semanu Selatan, Kalurahan Semanu, Semanu, saat memanen singkong di lahannya. Foto diambil Rabu (15/9/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan.

Advertisement

Harianjogja.com, SEMANU – Petani Gunungkidul berharap harga singkon tidak anjlok karena panen raya. Diperkirakan tahun ini panen singkong mencapai 826.000 ton.

Salah seorang petani di Dusun Semanu Selatan, Kalurahan Semanu, Semanu, Hari mengatakan, hasil panen singkong tahun ini bagus. Hal ini tak lepas dari tanaman yang dapat tumbuh dengan subur. “Memang belum saya timbang hasil panen singkong, tapi dari bentuknya tumbuh dengan subur,” kata Hari pada Rabu (15/9/2021).

Dia berharap hasil yang bagus ini bisa sebanding dengan harga jual di pasaran. Hari berharap, pada saat panen raya harga tidak jatuh sehingga para petani tetap mendapatkan untung.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA : Dibawa Kabur, Hasil Panen Petani Nawungan Rp348 Juta

“Setelah dipanen langsung dikupas kemudian dijemur untuk dijadikan gaplek. Untuk harga, harapannya tidak anjlok,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Radato, petani asal Dusun Sriten, Pilangrejo, Kapanewon Nglipar. Menurut dia, saat pane nada ketakutan dari petani berkaitan dengan harga yang semakin anjlok. “Harapannya harga tetap stabil,” katanya.

Menurut dia, untuk harga saat ini masih bagus karena gaplek dalam kondisi kering bersih dibeli seharga Rp2.500 per kilogram. “Mudah-mudahan tidak turun dan petani tetap mendapatkan untung,” katanya.

Radato menambahkan, sebenarnya ada cara menyiasati agar petani tidak kejatuhan harga pada saat panen raya. Salah satunya dengan memberikan pelatihan olahan makanan berbahan singkong.

Menurut dia, hingga sekarang belum ada pelatihan ini sehingga petani hanya memproses singkong kemudian diolah menjadi gaplek untuk dijual. “Kalau ada pelatihan makanan olahan akan semakin bagus karena bisa menambah penghasilan masyarakat khususnya di Sriten,” katanya.

Advertisement

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, potensi harga anjlok pada saat panen raya sangat mungkin. Sebagai gambaran, tahun lalu harga jual ubi kayu basah mencapai Rp1.000 per kilogram.

BACA JUGA : Produktivitas Petani Tetap Terjaga di Masa Pandemi

Meski demikian, untuk sekarang harga jual masih di kisaran Rp1.200-1.300 per kilogram. Sedangkan harga jual gaplek di kisaran Rp2.000 per kilogram.

Advertisement

Disinggung mengenai hasil panen raya singkong, Raharjo belum bisa memastikan karena masih dalam proses perhitungan. Meski demikian, ia memperkirakan panen mencapai 326.000 ton. “Total luas tanam mencapai 44.025 hektare dan panen raya masih berlangsung. Setelah panen, petani mulai mempersiapkan untuk masa tanam di musim hujan,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogjapolitan | 50 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK: Hakim Agung Sudradjad Bermain di Banyak Perkara

News
| Minggu, 25 September 2022, 19:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement