Bima Sakti hingga Hujan Meteor Siap Hiasi Langit Juli
Juli 2026 menghadirkan hujan meteor, galaksi Bima Sakti, purnama rusa, hingga pertemuan planet yang bisa diamati dari Indonesia.
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL - Penyelesaian pembayaran sisa hasil panen bawang merah petani di Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, mandek. Hingga kini, petani mengaku belum mendapatkan kejelasan, kapan sisa uang senilai Rp348 juta yang belum dibayarkan oleh pihak ketiga kapan akan dibayarkan.
“Sampai saat ini kami masih menunggu. Kemarin katanya ditangani oleh tim investigasi dari Pemkab Bantul, tapi sampai saat ini juga belum ada kabar perkembangan dan kepastiannya,” kata Dukuh Nawungan 1, Selopamioro, Imogiri, Jurianto, Minggu (12/9/2021).
BACA JUGA : Terungkap! Ini Identitas Pihak Ketiga yang Tak Bayar
Jurianto juga menyatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima surat tembusan dari Sigit Sartono, selaku pembeli bawang merah tertanggal 2 September 2021 yang menyatakan jika penjualan yang dilakukan oleh Sigit Sartono hanya sekitar 20 ton dan diklaim oleh Sigit Sartono sudah dibayarkan ke petani. Sedangkan sisanya, sebanyak 7 ton, Sigit mengklaim penjualannya dilakukan oleh Jambul, dan sampai saat ini belum dibayarkan.
“Tidak ada surat ke kami. Tidak ada tembusan juga. Jadi sampai saat ini kami masih belum menerima sisa kekurangan yang ada,” jelas Jurianto.
Klaim Sudah Bayar
Di sisi lain, Sigit Sartono sendiri telah mengirimkan surat ke Bupati Bantul yang ditembuskan kepada Ketua DPRD Bantul, Kapolres Bantul, Kepala Kejaksaan Bantul, Kepala Dinas Pertanian Bantul, Kepala Satpol PP Bantul, Dukuh dan petani bawang merah Nawungan tertanggal 2 September 2021. Dalam surat yang juga dilampirkan laporan penjualan bawang merah Nawungan, disebutkan jika Sigit menyatakan jika permasalahan keterlambatan pembayaran pelunasan dikarenakan penjualan bawang merah oleh Jambul sampai saat ini belum terbayarkan.
BACA JUGA : Penjualan Hasil Panen Tak Dibayar, Petani Bawang Merah
“Penjualan bawang merah oleh saudara Jambul 7 ton sampai saat ini belum terbayarkan. Penjualan yang saya lakukan hanya 20 ton sudah dibayarkan ke petani,” tulis Sigit dalam surat tersebut.
Sigit sendiri menyerahkan penyelesaian permasalahan pembayaran pelunasan kepada kuasa hukumnya, yakni Andri Nugroho. Namun, nomor telepon Andri Nugroho yang dicantumkan oleh Sigit, tidak bisa dihubungi. Beberapa kali Harian Jogja menghubungi, nomor yang ada di surat tersebut tidak tersambung.
Plt Asisten Pemerintahan Setda Bantul Hermawan Setiaji membenarkan jika Pemkab Bantul telah membentuk tim investigasi untuk masalah pembayaran panen petani yang belum dibayarkan. Hanya saja, Hermawan enggan mengungkapkan unsur mana saja yang masuk dalam tim investigasi tersebut.
"Sejauh ini tim masih jalan, Mas. Pemkab berkomitmen untuk membantu fasilitasi penyelesaian masalah. Kami ingin masalah ini cepat selesai. Hanya saja, komunikasi dengan pihak pembeli, yang tahu persis Dinas Pertanian, Mas," kata Hermawan.
Persoalan belum dibayarkannya uang senilai Rp348 juta dari pihak ketiga kepada petani Nawungan mencuat setelah Dukuh Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Jurianto angkat bicara.
Jurianto mengatakan, saat panen raya, Mei lalu, datanglah pedagang besar dan menjanjikan akan membantu petani dengan jalan membeli bawang merah. “Namun dalam perkembangannya, mereka tidak membayarkan semua.
Dengan persoalan ini, Jurianto menambahkan, petani telah berusaha agar uang senilai Rp348 juta bisa segera dicairkan. Salah satunya adalah dengan menggelar mediasi dengan melibatkan DP2KP Bantul.
BACA JUGA : Hasil Panen Ratusan Juta Petani Nawungan Tak Dibayar
“Sudah satu bulan lebih namun belum juga dibayar. Padahal, kan mereka butuh uang itu secepatnya untuk membayar cicilan yang jatuh tempo,” terang Jurianto.
Jurianto berharap, pembayaran pembelian bawang merah pada bulan Mei tersebut bisa dibayarkan dalam waktu dekat. Sebab, petani saat ini sudah sangat kesulitan. “Karena sudah dikejar-kejar cicilan yang jatuh tempo. Selain itu, dana itu kan dibutuhkan petani, apalagi saat ini PPKM,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Juli 2026 menghadirkan hujan meteor, galaksi Bima Sakti, purnama rusa, hingga pertemuan planet yang bisa diamati dari Indonesia.
Musim kemarau membuat ular lebih sering masuk permukiman di Sleman. Damkar mencatat 1.176 evakuasi hewan liar dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
PSIM Jogja resmi mengakhiri kerja sama dengan bek tengah Andy Setyo setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim.
petugas mengamankan dua tersangka dengan barang bukti ganja seberat 232 gram dan tembakau sintetis seberat 148 gram.
Laptop gaming kini tidak lagi hanya digunakan oleh gamer, tetapi juga oleh pelajar, mahasiswa, kreator konten, hingga profesional muda
Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pulisic dan Balogun jadi tumpuan tuan rumah memburu tiket 16 besar.