Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Antrean warga yabg mengikuti vaksinasi dosis kedua terlihat mengular di sentra vaksinasi massal XT Square, Jumat (17/9/2021) pagi. - Harian Jogja/Yosef Leon
17 September 2021 15:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ratusan warga memadati sentra vaksinasi massal XT Square di Jalan Veteran, Pandeyan, Umbulharjo pada Jumat (17/9/2021) pagi untuk melakukan vaksinasi dosis kedua. Antrean yang terjadi sejak pukul 07.30 WIB itu terlihat mengular dan saling berdesakan.

Pantauan Harian Jogja antrean warga terjadi di zona kerajinan lantai dua, zona kuliner, dan area museum. Warga yang melakukan registrasi vaksin dibagi petugas ke tiga lokasi yang berbeda itu untuk mengurai kepadatan.

Setelah registrasi di pintu masuk, warga diarahkan untuk mengambil formulir screening menuju lantai dua zona kerajinan. Mereka harus mengantre dan kemudian diarahkan ke area museum. Setelah berangsur lengang, antrean lalu berlanjut lagi ke zona kuliner dan terakhir di gedung utama untuk pelaksanaan vaksin.

Baca juga: Anak di Bawah Usia 12 Tahun Bisa Masuk Objek Wisata

"Saya sejak jam 09.00 Wib tadi pagi, sesuai undangan saja datangnya. Tapi pas saya datang antrean sudah panjang begini," kata Sulistiawan, 37, warga Sleman salah seorang warga yang ikut vaksinasi dosis kedua.

Sulistiawan menyebut, padatnya antrean itu diduga karena banyak warga yang ingin lebih dulu mendapatkan vaksin. Pendeknya durasi di hari Jumat karena harus berhenti untuk ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular cukup panjang.

Kepala Seksi Mobilisasi dan Pemberdayaan Linmas Sat Pol PP Kota Jogja, Maulana Darmawan menjelaskan, kepadatan warga yang terjadi di tempat itu diakibatkan Pemkot Jogja merapel pelaksanaan vaksin pertama beberapa waktu lalu di kompleks balaikota selama tiga hari berturut-turut menjadi satu hari.

Baca juga: Fasilitas Isoter Disiapkan Antisipasi Lonjakan Kasus di Akhir Pekan

"Jadi yang dosis pertama di balaikota dulu itu tiga hari berturut-turut disatukan menjadi satu hari di XT Square ini," kata Maulana.

Petugas juga mengkondisikan para penerima vaksin agar nyaman sehingga pemusatan antrean diarahkan ke dalam gedung. "Karena cuaca kan panas juga. Kita juga ada penambahan personel, memang sedikit kewalahan tapi bisa diatasi," ujarnya.

Maulana menyebut, pada pagi tadi kondisi antrean memang membludak. Setelah petugas mengarahkan ke gedung yang kosong dan hari beranjak siang, antrean perlahan-lahan mulai agak berkurang. "Nanti sampai pukul 15.00 WIB, kita juga coba pantau agar antrean tetap jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan," imbuhnya.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu mengungkapkan, pihaknya merapel peserta vaksin itu guna mengefektifkan berbagai fasilitas vaksin berikut sarana prasarana dan sumber daya manusianya. Musababnya, Endang menyatakan bahwa penyiapan berbagai fasilitas itu baik dilakukan selama satu hari maupun tiga hari sama saja.

"Sehingga kita jadikan satu dan kalau selesai, kan cepat dan bisa mikir tugas yang lain. Karena kan yang lain juga masih dalam tata kelola kita, misalnya warga yang belum vaksin itu Dinkes juga yang kelola," kata Endang.

Meski terdapat antrean panjang, Endang menyebut sejauh ini pelaksanaan vaksinasi masih berjalan cukup lancar. Kepadatan hanya terjadi di area screening saja dan ketika masuk ke lokasi utama penyelenggaran proses vaksin, kepadatan sudah tidak terjadi dan petugas vaksinator tidak kewalahan.

Selain itu, dalam tiap penyelenggaran vaksin warga yang datang kerap tidak sesuai dengan target yang ditentukan. Misalnya saja seperti pelaksanaan dosis pertama di kawasan balaikota beberapa waktu lalu, dari 1.000 dosis vaksin yang dialokasikan, warga yang datang disebut dia hanya kurang lebih separuhnya saja atau kadang sedikit hampir memenuhi target penyaluran dosis.

Pada kesempatan itu pihaknya menyalurkan vaksin sebanyak 1.900-2.000 dosis jenis AstraZeneca. Ada sebanyak 10 tim petugas vaksinator yang dikerahkan serta 10 tim petugas screening dengan masing-masing tiga orang. "Sejauh ini masih terkendali. Ini juga untuk proses mempercepat," kata Endang.