Sebagian Besar Orang Tua di DIY Mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka 

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
19 September 2021 07:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebagian besar orang tua siswa di DIY mengizinkan anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Jogja, Sumadi, mengatakan dari total angket persetujuan orang tua yang disebar sebanyak 1.353 angket, yang menyatakan setuju sebanyak 99,9%.

“Sebelum kami kirim angket juga sudah banyak orang tua siswa yang menelepon, menghendaki pembelajaran tatap muka, apalagi pelajaran praktik,” kata Sumadi, Sabtu (18/9/2021). 

SMKN 2 Jogja merupakan salah satu sekolah yang sempat melakukan uji coba PTM pada September 2020 lalu.

Menurut Sumadi, Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY sudah mengizinkan semua sekolah yang sudah siap untuk menggelar PTM pekan depan. Terlebih SMKN 2 Jogja merupakan salah satu sekolah tangguh bencana yang memiliki tim Search And Rescue (SAR).

Pihaknya akan menggelar PTM pada 27 September mendatang dan saat ini baru menggelar simulasi PTM untuk mengantisipasi resiko penularan Covid-19. Dia memastikan semua sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan sudah siap. Vaksinasi untuk siswa sebanyak 86% per Kamis, pekan lalu. Sumadi meyakini jumlah vaksinasi siswa terus bertambah seiring adanya kegiatan vaksinasi di masing-masing kabupaten dan kota tempat tinggal siswa.  

Sementara, guru juga sudah hampir 100% melaksanakan vaksinasi sampai dosis kedua. Jumlah guru dan tenaga kependidikan di SMKN 2 Jogja sebanyak 191, tenaga keamanan sembilan orang, tenaga kebersihan sembilan orang dan tenaga koperasi tiga orang.

Rencananya PTM digelar Senin-Jumat dengan sistem dua sif atau satu kelas maksimal 18 orang. Namun tidak setiap hari siswa datang ke sekolah karena harus bergantian. Pihaknya sudah menghitung tiap siswa kemungkinan ke sekolah atau tatap muka 2-3 hari. “Misalnya kelas A hari ini ke sekolah, besoknya pembelajaran jarak jauh,” ucap Sumadi.

Senada, Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Jogja Bidang Kurikulum Supriyana mengatakan PTM di sekolahnya akan digelar pada awal Oktober mendatang karena saat ini di SMAN 3 Jogja masih menyelenggarakan berbagai event secara daring seperti asesmen nasional, mis semester, “Setelah itu kami baru tatap muka,” kata dia.

Supriyana memastikan pendukung pelaksanaan prokes sudah siap, bahkan vaksinasi siswa sampai dosis kedua sudah 100% dari total 750 siswa. Sementara dari 90 guru dan tenaga kependidikan, yang belum vaksin hanya dua orang karena saat akan divaksin tidak memenuhi syarat karena da komorbid.

Selain menunggu kegiatan sekolah, pihaknya juga baru menyebar angket izin orang tua. Namun dari hasil rapat bersama orang tua beberapa waktu lalu melalui daring, sebagian besar orang tua mengizinkan untuk PTM. “Sedikit sekali yang tidak mengizinkan, tidak sampai 5%,” kata Supriyana.

Namun, sekolah juga menghargai orang tua yang belum mengizinkan dengan berbagai pertimbangan di masa pandemi saat ini. Sekolah tetap akan memfasilitasi pembelajaran sejara jarak jauh atau melalui daring bagi siswa yang belum diizinkan untuk tatap muka. Menurut dia, data orang tua yang mengizinkan maupun tidak mengizinkan masih bersifat dinamis sehingga masih perlu didetailkan pada pekan depan.

Kepala Sekolah SMAN 8 Jogja Sri Suyatmi mengatakan selama dua pekan ini sekolahnya masih menyebarkan angket izin orang tua. Dia belum bisa menyampaikan berapa persen orang tua siswa yang sudah mengizinkan PTM karena masih dalam proses.

Namun dari kesiapan sarana protokol kesehatan di sekolah sudah siap untuk PTM. Bahkan Satgas Penanganan Covid-19 di sekolah sudah dibentuk sejak jauh hari. Vaksinasi siswa juga sudah mencapai 80% dari total 863 siswa. Sementara guru dan tenaga kependidikan dari jumlah 90 hampir 100% yang sudah vaksin. Bahkan vaksinasi sudah menyasar sampai keluarga guru dan tenaga kependidikan

“Yang belum vaksin tinggal dua orang, itu pun saat karena saat vaksin tidak memenuhi syarat seperti hipertensi,” ucap Suyatmi.