Wisatawan Hutan Pinus Kesulitan Sinyal, Enggan Ribet Banyak yang Putar Balik

Pengunjung menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke area Hutan Pinus Sari Mangunan pada Sabtu (18/9/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
19 September 2021 15:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pelonjakan wisatawan mulai terjadi di Hutan Pinus Sari Mangunan. Menjalani uji coba terbuka, jumlah wisatawan belum sampai memenuhi kapasitas maksimal yang diperbolehkan.

Dari pantauan Harianjogja.com pada Sabtu (18/9/2021) wisatawan mulai ramai berwisata ke Hutan Pinus Sari Mangunan. Kendaraan pribadi seperti motor dan mobil sampai bus mulai kelihatan di area Hutan Pinus Mangunan. Beberapa kendaraan bahkan harus putar balik karena aturan ganjil genap, namun sejumlah kecil kendaraan di luar ketentuan masih ada yang kedapatan terparkir di area wisata.

BACA JUGA : Puluhan Kendaraan Dipaksa Putar Balik saat Menuju Pinus Sari Mangunan

Pengawasan Hutan Pinus Sari Mangunan terbilang sangat ketat. Pengelola Hutan Pinus Sari Mangunan, Anang Suhendri menyebutkan hingga Sabtu (18/9) siang sekitar 600 wisatawan sudah masuk ke Hutan Pinus Sari Mangunan, dari aturan maksimal jumlah pengunjung yang diperbolehkan yaitu 1.900 orang.

Hendri beberapa kali tidak bisa memasukan wisatawan karena belum menjalani vaksinasi. Ada juga wisatawan yang dalam rombongannya sudah vaksin namun tidak mau ribet mengikuti prosedur, lalu putra balik untuk pulang.

Secara berkala pengelola memberikan seruan peringatan untuk menjaga jarak dan mengenakan masker di dalam destinasi wisata. Dampaknya, beberapa pengunjung mulai merenggang dan cepat-cepat mengenakan masker.

Persoalan sinyal masih menjadi kendala dalam penerapan uji coba pembukaan obwis. Di Hutan Pinus Sari Mangunan, sering kali kesulitan sinyal saat akan digunakan mengakses Peduli Lindungi. Perangkat penguat sinyal belum sempat terpasang. Untuk menambahkan layanan yang ada, Hendri menuturkan bila pengelola memasangkan wifi sebagai opsi sinyal bagi wisatawan untuk mengakses peduli lindungi.

"Dari pengelola kita pasang wifi dari Indihome, jadi bisa untuk mengakses itu [Peduli Lindungi] bisa membantu sedikit-sedikit. Sebelumnya ada dari Kominfo sudah ada tapi kurang. Jadi bandwidth-nya kurang," ucapnya.

BACA JUGA : Jaringan Internet Tak Stabil, Hutan Pinus Akan Dipasang Perangkat Penguat Sinyal 

Perihal aturan ganjil genap, Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Alexander Joko Wintolo, pada Minggu (19/9) menyampaikan bila kebijakan aturan ganjil genap diterapkan secara mendadak, sehingga belum tersosialisasikan secara luas kepada masyarakat dalam waktu yang cukup. "Jadi banyak wisatawan yang belum mengetahui adanya kebijakan seperti itu," ungkapnya.

Atas waktu sosialisasi yang singkat, kendaraan yang datang tak sesuai aturan ganjil genap masih ditoleransi pekan ini. "Masih ditoleransi, nanti sambil kita monitoring, kita evaluasi langkah-langkah apa yang harus dilakukan, agar semuanya tidak ada yang dirugikan," ujarnya.

Kendati demikian, wisatawan yang tak tahu menahu akan pemberlakuan ganjil genap mendapatkan pengarahan. "Di lapangan kita memberikan informasi terkait dengan kebijakan, bahwa kalau berkunjung ke Pinus Sari harus sesuai dengan tanggalnya. Kalau tanggal ganjil ya itu plat bernomor belakang ganjil, kalau tanggalnya genap juga genap," katanya.

"Kalau bisa semuanya untung, masyarakat diuntungkan bisa berwisata. Pengelola juga senang ada pemasukan," ujarnya.