Isoter Nol Pasien Covid-19, Nakes Dialihkan ke Vaksinasi

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
19 September 2021 16:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah tempat isolasi terpadu (Isoter) baik milik Pemkab maupun Kalurahan di Bantul kosong dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dikarenakan, adanya penurunan angka Covid-19 di Bumi Projotamansari. Alhasil, para tenaga kesehatan yang semula ditugaskan di isoter dialihkan untuk membantu vaksinasi.

Penanggung Jawab isoter kabupaten Bantul Tarsisius Glory mengatakan saat ini tren Covid-19 di Bantul mengalami penurunan. Hal ini bisa dilihat dari tingkat keterisian tempat tidur di isoter milik Pemkab dan Kalurahan yang kosong dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA : Fasilitas Isoter Disiapkan Antisipasi Lonjakan Kasus di Akhir

Atas kondisi ini, maka pria yang juga Direktur Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro ini membuat kebijakan agar pasien dengan kategori ringan dan sedang bisa langsung ditangani di RSLKC.

“Saat ini BOR [Bed Occupancy Rate] di tempat kami [RSLKC) turun di bawah 30 persen. Untuk itu kami ambil alih penanganan pasien positif langsung ke tempat kami [RSLKC],” katanya, Sabtu (18/9/2021).

Selain itu, kebijakan lainnya juga dilakukan oleh Glory. Salah satunya adalah mengalihkan tenaga kesehatan yang semula merawat pasien, kini membantu pelaksanaan vaksinasi. Langkah ini guna mempercepat capaian vaksinasi, utamanya jelang menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) beberapa waktu mendatang.

“Kami ingin ada percepatan vaksinasi untuk pelajar. Agar semua sudah bisa tervaksin sebelum pelaksanaan PTM nanti,” kata Glory.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Percepat Vaksinasi dan Fokus Pindah Pasien

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan saat ini capaian vaksinasi di Bantul tinggi. Bahkan ada satu kalurahan yang telah tercapai heard imunity. Oleh karena itu, pihaknya mengejar target agar Oktober 202, seluruh sasaran vaksinasi di Bantul sudah tervaksin.

“Tapi, saya tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap memaksimalkan protokol kesehatan. Karena pandemi belum selesai. Jangan sampai angka Covid-19 di Bantul kembali naik,” ucapnya.