Stok Melimpah, Pencetakan KTP-el di Gunungkidul Diklaim Lancar

Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 September 2021 15:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul memastikan tidak ada masalah dengan pencetakan KTP-el. Kepastian ini tak lepas dari melimpahnya stok blangko untuk pencetakan.

Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja mengatakan, tidak ada lagi pemohon yang menggunakan surat keterangan telah melakukan perekaman data biometric untuk syarat pengurusan KTP-el. Ia berdalih, stok blangko melimpah sehingga proses pencetakan tidak ada masalah.

Sebagai gambaran, lanjut dia, memiliki stok blangko sebanyak 2.854 keping. Jumlah ini masih bisa bertambah karena adanya bantuan blangko dari Pemerintah DIY sebanyak 2.000 keping. Oleh karenanya, stok yang ada masih sangat mencukupi karena rata-rata permohonan setiap harinya hanya mencapai 40 orang.

“Stok tidak ada masalah. distribusi dari Pemerintah DIY juga lancar sehingga sampai terjadi kelangkaan seperti dulu,” katanya, Rabu (22/9/2021).

Menurut dia, selama pandemi, disdukcapil juga mengembangkan layanan secara online. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kerumunan serta memudahkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Uji Coba Wisata, Penggunaan Aplikasi Visiting Jogja & PeduliLindungi Berjalan Lancar

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Gunungkidul, Arisandi Purba mengatakan, tidak ada masalah dengan blangko dan proses pencetakan KTP-el bisa lebih lancar. “Ya kalau dulu sampai ada yang memegang surat keterangan hingga setahun, tapi sekarang dalam sehari sudah bisa mencetak,” katanya.

Meski proses pencetakan tidak ada masalah, Arisandi mengakui masih memiliki tugas untuk memaksimalkan proses perekaman KTP-el. Berdasarkan data per Agustus, di Gunungkidul ada 610.607 penduduk yang wajib melakukan perekaman. Meski demikian, dari jumlah itu yang melakukan perekaman sebanyak 602.556 jiwa. “Capainnya sekitar 98,68% atau ada sekitar 8.051 warga yang belum merekam biometric untuk penerbitan KTP-el,” katanya.

Menurut dia, adanya pandemi corona ikut memberikan pengaruh terhadap jumlah warga yang belum melakukan perekaman. Khususnya, bagi siswa yang telah memasuki usia 17 tahun belum merekam karena pembelajaran dilakukan secara daring. “Jelas ada dampaknya. Oleh karenanya terus dilakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk percepatan perekaman bagi siswa. Diharapkan dengan program ini bisa meningkatkan jumlah warga wajib KTP-el di Gunungkidul,” katanya.