Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Aktivitas di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang. Di wilayah ini akan dibangun pelabuhan pendaratan ikan dan proses sudah memasuki tahapan pembebasan lahan. foto diambil 28 Februari 2021-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Lahan seluas 4,8 hektare untuk pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan di Pantai Gesing, Kalurahan Girikarto, Panggang sudah dibebaskan. Meski demikian, dari 42 bidang tanah yang terdampak, masih ada sembilan bidang yang belum bisa dibebaskan.
Total anggaran pembebasan yang digunakan mencapai Rp25 miliar. Lurah Girikarto, Tuyadi mengatakan, pembebasan lahan sudah dimulai sejak Agustus lalu. Adapun kebutuhan lahan untuk pelabuhan seluas 4,8 hektare. Hasil kajian dari tim appraisal, ada 42 tanah yang harus dibebaskan.
Mayoritas lahan sudah dibebaskan karena tinggal menyisakan sembilan bidang milik salah satu perusahaan yang belum bisa dibeli oleh tim pembebasan dari Pemerintah DIY. “Tinggal sembilan bidang ini dan ditargetkan akhir tahun ini bisa dibebaskan semuanya,” katanya, Minggu (26/9/2021).
Tuyadi menuturkan, proses pembebasan menggunakan dana keistimewaan milik Pemerintah DIY. Adapun besarannya mencapai Rp25 miliar dan mayoritas telah dibayarkan ke warga yang terkena dampaknya.
Menurut dia, ganti rugi untuk warga berbeda-beda karena disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Nominal terendah dalam pembebasan sebanyak Rp80 juta, sedangkan tertinggi mencapai Rp2,3 miliar.
“Dari Rp25 miliar, tinggal menyisakan sekitar Rp2,4 miliar. Rencananya digunakan untuk pembebasan sembilan bidang tanah milik perusahaan yang belum bisa dibeli dan diharapkan bisa selesai di akhir tahun ini,” katanya.
Tuyadi menambahkan, pihaknya mendukung penuh rencana Pemerintah DIY membangu pelabuhan di Pantai Gesing. Diharapkan, fasilitas tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi para nelayan di pantai di wilayah Girikarto.
“Kawasan Gesing menjadi primadona baru wisatawan karena adanya destinasi unggulan yang bermunculan. Mudah-mudahan dengan adanya pelabuhan bisa berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto mengatakan, pihaknya mendukung wacana pembangunan pelabuhan di Pantai Gesing. Menurut dia, lokasi di Gesing lebih mudah diakses ketimbang di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo. “Jarak menjadi acuan karena Gesing lebih dekat ketimbang Sadeng yang berada di ujung timur Gunungkidul,” katanya.
Ia berharap permasalahan nelayan tidak hanya pada fasilitas kepelabuhanan, namun juga butuh pendukung lain. Sebagai contoh, nelayan Gunungkidul masih membutuhkan banyak pelatihan dan bantuan alat untuk mengoptimalkan hasil tangkapan ikan. “Semua harus dipersiapkan sehingga hasilnya pun bisa dirasakan oleh nelayan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Rusia memanggil Dubes Jepang Akira Muto setelah Putin mengunjungi Etorofu. Sengketa Kepulauan Kuril kembali memanas.
Vaksin HPV kini menyasar siswa laki-laki kelas 5 SD di Sleman dalam BIAS 2026. Total 16.291 siswa menjadi sasaran imunisasi.
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.