Pemancing Nyobok di Pantai Selatan GK Wajib Perhatikan Keselamatan
Pemancing yang melakukan aktivitas nyobok di Pantai Wediombo, Gunungkidul, diminta mengutamakan keselamatan dengan memakai pelampung dan memperhatikan cuaca.
Aktivitas di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang. Di wilayah ini akan dibangun pelabuhan pendaratan ikan dan proses sudah memasuki tahapan pembebasan lahan. foto diambil 28 Februari 2021-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Lahan seluas 4,8 hektare untuk pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan di Pantai Gesing, Kalurahan Girikarto, Panggang sudah dibebaskan. Meski demikian, dari 42 bidang tanah yang terdampak, masih ada sembilan bidang yang belum bisa dibebaskan.
Total anggaran pembebasan yang digunakan mencapai Rp25 miliar. Lurah Girikarto, Tuyadi mengatakan, pembebasan lahan sudah dimulai sejak Agustus lalu. Adapun kebutuhan lahan untuk pelabuhan seluas 4,8 hektare. Hasil kajian dari tim appraisal, ada 42 tanah yang harus dibebaskan.
Mayoritas lahan sudah dibebaskan karena tinggal menyisakan sembilan bidang milik salah satu perusahaan yang belum bisa dibeli oleh tim pembebasan dari Pemerintah DIY. “Tinggal sembilan bidang ini dan ditargetkan akhir tahun ini bisa dibebaskan semuanya,” katanya, Minggu (26/9/2021).
Tuyadi menuturkan, proses pembebasan menggunakan dana keistimewaan milik Pemerintah DIY. Adapun besarannya mencapai Rp25 miliar dan mayoritas telah dibayarkan ke warga yang terkena dampaknya.
Menurut dia, ganti rugi untuk warga berbeda-beda karena disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Nominal terendah dalam pembebasan sebanyak Rp80 juta, sedangkan tertinggi mencapai Rp2,3 miliar.
“Dari Rp25 miliar, tinggal menyisakan sekitar Rp2,4 miliar. Rencananya digunakan untuk pembebasan sembilan bidang tanah milik perusahaan yang belum bisa dibeli dan diharapkan bisa selesai di akhir tahun ini,” katanya.
Tuyadi menambahkan, pihaknya mendukung penuh rencana Pemerintah DIY membangu pelabuhan di Pantai Gesing. Diharapkan, fasilitas tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi para nelayan di pantai di wilayah Girikarto.
“Kawasan Gesing menjadi primadona baru wisatawan karena adanya destinasi unggulan yang bermunculan. Mudah-mudahan dengan adanya pelabuhan bisa berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto mengatakan, pihaknya mendukung wacana pembangunan pelabuhan di Pantai Gesing. Menurut dia, lokasi di Gesing lebih mudah diakses ketimbang di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo. “Jarak menjadi acuan karena Gesing lebih dekat ketimbang Sadeng yang berada di ujung timur Gunungkidul,” katanya.
Ia berharap permasalahan nelayan tidak hanya pada fasilitas kepelabuhanan, namun juga butuh pendukung lain. Sebagai contoh, nelayan Gunungkidul masih membutuhkan banyak pelatihan dan bantuan alat untuk mengoptimalkan hasil tangkapan ikan. “Semua harus dipersiapkan sehingga hasilnya pun bisa dirasakan oleh nelayan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemancing yang melakukan aktivitas nyobok di Pantai Wediombo, Gunungkidul, diminta mengutamakan keselamatan dengan memakai pelampung dan memperhatikan cuaca.
Dampak kenaikan harga Pertamax memicu antrean panjang dan kelangkaan Pertalite bagi driver ojol di Jogja. Simak keluhan pengemudi soal pendapatan yang tergerus.
Luis Milla resmi pindah ke Como 1907 dengan nilai Rp105 miliar. Simak kisah di balik transfer gelandang Getafe ini dan proyek ambisius Cesc Fàbregas di Serie A.
Pony Park Klaten resmi dibuka 28 Juni 2026. Wisata edukasi satwa interaktif ini menghadirkan lebih dari 80 spesies dan berbagai aktivitas keluarga.
Daftar 10 browser dengan VPN bawaan gratis dan penjelasan perbedaannya dengan VPN mandiri untuk keamanan internet.
Pemadaman listrik tidak merusak baterai EV, tetapi dapat mengganggu proses pengisian. Teknologi V2H jadi solusi baru.