Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Senin 21 September, Berangkat dari YK ke PL
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 21 September 2026 lengkap 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta ke Palur beserta tarif Rp8.000.
GKR Bendara saat meninjau vaksinasi di Auditorium UPN Veteran Jogja, Minggu (26/9/2021). /Ist.
Harianjogja.com, SLEMAN--Akses vaksinasi untuk anak usia di bawah 12 tahun diharapkan segera ada untuk melindungi mereka dari Covid-19. Mengingat banyak anak yang lahir memiliki komorbid.
Penggerak Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia Gusti Kanjeng Ratu Bendara mengatakan tak sedikit anak di bawah 12 tahun yang memiliki komorbid dari bawaan lahir, sehingga jika belum divaksin dikhawatirkan banyak anak usia tersebut terpapar Covid-19. Setelah banyak usia di atas 12 tahun yang divaksin, ia berharap untuk usia di bawah 12 tahun juga mendapatkan akses vaksinasi.
BACA JUGA : Vaksin Moderna Mulai Diberikan untuk Masyarakat Umum
"Tetapi tentunya kebijakan vaksinasi anak di bawah usia 12 tahun ini menunggu kebijakan dari pemerintah," katanya kepada wartawan di sela-selain meninjau Vaksinasi Merah Putih di Auditorium Kampus UPN Veteran Jogja, Minggu (26/9/2021).
Ia menambahkan kebijakan vaksinasi di bawah usia 12 tahun menjadi ranah Dinkes maupun Kemenkes. Namun ia berharap ke depan bisa segera dilakukan terutama dengan memprioritaskan anak yang memiliki komorbid. "Karena kami perkirakan banyak anak-anak lahir dengan komorbid seperti leukemia, jantung, ini sebaiknya menjadi prioritas untuk divaksin ke depannya," ujarnya.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyatakan hingga saat ini di Sleman memang melakukan pendataan anak usia di bawah 12 tahun untuk divaksin. Akantetapi jika vaksinasi usia di bawah 12 tahun tersebut diizinkan oleh pemerintah pusat, Sleman akan siap melaksanakannya. Danang menilai pentingnya anak usia tersebut untuk divaksin. "Karena ini bagian dari upaya memberikan kekebalan pada anak, tentu kami mendukung jika ini ke depan sudah menjadi keputusan pusat," ucapnya.
BACA JUGA : SCH Jadi Mal Sentra Vaksinasi Pertama di DIY
CEO Koinku Eddy Susanto menambahkan penyelenggaraan vaksinasi itu digelar bersama GKR Indonesia, UPN Veteran dan Pemkab Sleman serta pihak terkait dengan menyasar 1.000 orang. Terdiri atas mahasiswa yang berkuliah di DIY hingga warga sekitar dan penyandang disabilitas. Ia berkomitmen terlibat dalam vaksinasi dengan harapan bisa membantu masyarakat agar lebih meluas capaian vaksinasi.
Menurutnya tidak menutup kemungkinan secara bisnis pelanggan Koinku adalah masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Jika vaksinasi dilaksanakan lebih meluas maka aktivitas masyarakat bisa dibuka kembali dan perekonomian secara perlahan meningkat. "Secara bisnis tentunya kami akan terbantu, kami ingin ikut serta dalam membantu perluasan capaian vaksinasi di DIY agar bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.
Sebagai start-up yang dilahirkan di Jogja, kata dia, sejak awal kami memiliki keinginan untuk bisa memberikan kontribusi pada DIY dan sekitarnya. Dengan semakin merata tingkat vaksinasi, harapannya semakin baik kualitas kesehatan warga dan kualitas SDM pun semakin meningkat.
“Vaksinasi ini sekaligus menjadi momen silaturahmi untuk semakin mengenalkan Koinku kepada masyarakat agar platform hasil buah pikir dan kreasi anak Jogja ini bisa memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga hingga ke luasan nasional,” ucapnya.
Rektor UPN Irhas Effendy menyatakan kampusnya mendukung penuh percepatan vaksinasi sehingga beberapa kali pelaksanaan vaksinasi digelar di UPN. Selain itu vaksinasi dilakukan dengan menyasar kalangan mahasiswa dengan harapan kuliah tatap muka dapat segera dimulai.
BACA JUGA : Pemda Klaim Vaksinasi di DIY Sudah Tinggi, Ini Angkanya
“Untuk tatap muka kami prioritas untuk mahasiswa baru dan magister, karena magister kuliahnya hanya dua tahun, kalau online terus mereka tidak pernah lihat kampus. Tetapi prinsipnya campuran ada daring dan luring yang kami siapkan, sehingga vaksinasi kepada mahasiswa terus dilakukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 21 September 2026 lengkap 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta ke Palur beserta tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.