Desa Wisata DIY Siapkan Kebangkitan Pariwisata

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara (tengah) seusai Tourims Day Sharing Sessions: Tourims for Inclusive Growth di Sahid Raya Hotel, Senin (26/9/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
27 September 2021 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Objek wisata di DIY menyiapkan keragaman wisata untuk membangkitkan kembali pariwisata di DIY. Meski begitu, pelaku wisata tetap tak boleh mengabaikan potensi munculnya gelombang ketiga Covid-19.

Ketua Forum Desa Wisata DIY Doto Yogantoro mengatakan pelaku desa wisata di DIY siap menyambut kebangkitan pariwisata DIY. Dengan 150 desa wisata dengan 30 desa wisata mandiri, ia meyakini desa wisata masih menjadi salah satu objek wisata yang akan banyak dikunjungi oleh wisatawan.

BACA JUGA: Beda dengan Covid-19, Mengapa Wabah SARS Berakhir Tanpa Vaksin? Ini Kata Dokter

Menurut Doto, hampir dalam setiap ajang kegiatan nasional desa wisata di DIY selalu muncul. Bahkan, Desa Wisata Nglanggeran saat ini diusulkan termasuk salah satu desa wisata terbaik sedunia. Hal ini menjadi modal untuk membangkitkan kembali pariwisata DIY. Sayangnya, hingga kini desa wisata belum diujicoba untuk beroperasi.

"Tetapi kami optimistis dengan sebaran yang luas dan karakteristik desa wisata yang berbeda-beda, yang sebagian besar berbasis budaya, kami yakin wisatawan akan banyak berkunjung," kata Doto di sela kegiatan Tourims Day Sharing Sessions: Tourims for Inclusive Growth di Sahid Raya Hotel, Senin (26/9/2021).

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendara mengatakan antusiasme wisatawan datang ke Jogja memang sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari ramainya wisatawan yang masuk ke Malioboro. Kenyataaan itu memang tidak bisa dicegah. "Sebab masyarakat juga terlampau lama berdiam di rumah. Cuma kami ingatkan soal protokol kesehatan," katanya.

Menurutnya, DIY akan menambah objek wisata yang dibuka melalui uji coba. Saat ini sudah setelah tujuh objek wisata yang diuji coba. Tujuannya agar seluruh kabupaten bisa merasakan uji coba operasional objek wisata. "Cuma syaratnya memang harus dipenuhi. Seperti capaian vaksinasi Covid-19 harus tercapai. Kami serba salah juga, yang satu objek wisata dibuka yang lain belum," katanya.

Bendara juga mengingatkan potensi gelombang ketiga Covid-19. Hal ini membutuhkan sinergitas semua pihak untuk memantau dan mengawasi objek wisata yang sudah beroperasi secara terbatas agar berjalan sesuai protokol kesehatan.

"Harapannya memang tidak ada uji coba lagi kalau nanti DIY masuk PPKM Level 2. Oleh karenanya, kami minta wisatawan yang mau ke Jogja, tahan, tahan, harus patuhi prokes. Kami ingin DIY masuk PPKM Level 2."

BACA JUGA: Desain Trase Jalur Tol Jogja-YIA Kembali ke Awal, seperti Apa?

Kabid Industri dan Ekraf Dinas Pariwisata DIY, RR Fitri Dyah Wahyuni, mengatakan PPKM Level 3 menjadi momentum kebangkitan pariwisata DIY yang selama ini telah menjadi penggerak lokomotif perekonomian di DIY. Seluruh persiapan juga sudah dilakukan, terutama penerapan protokol kesehatan di objek wisata.

"Kami sudah promosikan secara online destinasi wisata di DIY. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga diterapkan. Ini untuk melindungi masyarakat jangan sampai OTG jalan-jalan dan memunculkan gelombang ketiga Covid-19," katanya.

Ketua Gabungan Indistri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setya Aji mengatakan asosiasi sudah menyiapkan sejumlah paket pariwisata untuk menarik wisatawan datang ke Jogja, termasuk menyiapkan pariwisata yang berkualitas dan sehat. "Saat ini pariwisata sehat yang dicari, seperti sport tourism. Kami siapkan paket-paket itu sesuai dengan kebutuhan wisatawan," katanya.