Dapat Bantuan Mesin, Peternak Bisa Produksi dan Jual Pakan Mandiri

Ketua Kelompok Ternak Abadi Farm, Lemahdadi, Bangunjiwo, Kasihan, Eko Paryanto menunjukan peralatan dan ayam joper yang yanh dikelola kelompok pada Senin (27/9). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
28 September 2021 09:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, KASIHAN - Tak hanya produksi ayam, peternak kini merambah ke produksi pakan mandiri. Di Bangunjiwo, Bantul, kelompok ternak dapat bantuan mesin pengolahan pakan yang mendongkrak ekonomi kelompok.

Ketua Kelompok Ternak Abadi Farm, Lemahdadi, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul Eko Paryanto mengaku senang atas bantuan bahan dan alat budidaya ayam joper yang diberikan PT. Pertamina. Melalui dana CSR Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, setidaknya tiga mesin pemrosesan pakan ayam dihibahkan kepada Kelompok Ternak Abadi Farm.

"Ada mesin penepungan pakan, mesin pembuat pelet, dan mesin pengeringan atau oven yang dimodifikasi berbahan bakar gas dan dapat dikendalikan dengan handphone," jelasnya pada Senin (27/9/2021).

BACA JUGA : Peternak di Sleman Bakal Dapat Hadiah kalau Sapinya Bisa

Diterangkan Eko hibah sejumlah mesin pengolahan pakan membuat peternak tidak tergantung pada pakan kemasan yang ada di pasaran. Justru, para anggota kelompok ternak yang mayoritas pemuda dapat meracik sendiri pakan yang pas sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan.

Selama pandemi, jumlah populasi ayam di kandang kelompok belum optimal. Dari kapasitas 500 ekor, kandang baru diisi sekitar 300 ekor saja. Ayam joper yang tengah moncer jadi sasaran konsumen mulai dari usaha katering sampai pedagang pecel lele.

Dengan pembuatan pakan yang berdikari, Kelompok Ternak Abadi Farm tak hanya mengandalkan sektor penjualan daging ayam sebagai core bisnis kelompok. Penjualan pakan juga menjadi sisi bisnis yang dimanfaatkan kelompok untuk menyejahterakan anggotanya. Pakan hasil olahan kelompok dijual secara daring dengan pasar yang lebih luas.

"Kami ada dua, pertama jual ayam hidup. Kedua untuk jual daging ayam, ada menir, ada tepung. Kalau untuk ayam siap makan dalam bentuk karkas kita belum. Itu semoga tahun depan, karena kita membutuhkan alat hubur," ujarnya.

Malahan dari perhitungan Eko, omzet penjualan pakan kini lebih banyak ketimbang penjualan ayam. "Per 500 kilogram itu kadang bisa dua pekan. Kalau sebulan itu kadang kita bisa jual satu ton, kalau dikurangi biaya tenaga dan kelompok itu bisa Rp2 juta per bulan dari penjualan pakan," katanya.

BACA JUGA : Kawasan Bantul Selatan Jadi Fokus Pengembangan Sapi

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang datang langsung ke lokasi Kelompok Ternak Abadi Farm menyambut baik adanya bantuan pengembangan ayam joper yang diberikan Pertamina. Pasalnya Halim menegaskan bahwa sektor peternakan menjadi salah satu sektor utama di Bantul. "Bantul sudah menetapkan sektor pertanian sebagai sektor prioritas. Pertanian dalam arti luas, ada tanaman pangan, holtikultura, peternakan, dan perikanan," tuturnya.

"Tentu pemerintah menyambut baik kerja sama antara Pertamina dan masyarakat, karena kita ingin menguatkan sektor peternakan. Ayam Joper ini secara teknis mudah dibudidayakan, lebih cepat hanya 70 hari, secara market juga potensial," ucapnya.