Kawasan Bantul Selatan Jadi Fokus Pengembangan Sapi

Suasana peternakan sapi yang dikelola Kelompok Ternak Sidodadi, Krajan, Poncosari, Srandakan, Bantul. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
07 April 2021 19:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Potensi ternak yang tak kalah tingginya dengan pertanian membuat perencanaan pengembangan ternak bakal terus digarap serius oleh Pemkab Bantul. Meski memiliki kelompok ternak di 17 Kapanewon, kawasan selatan rencananya akan dijadikan pusat atau sentra pengembangan sapi potong.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo menyatakan ke depannya tiga Kapanewon di kawasan Selatan akan diproyeksikan sebagai sentra sapi potong. Menurutnya pengembangan sapi potong akan selaras dengan penyuburan tanah untuk lahan budidaya holtikultura.

"Harapan kami ke depannya tiga kapanewon akan disentrakan sapi potong. Lahan pasir tanpa pupuk kandang tidak mungkin bisa untuk tanaman holtikultura. Sentra peternakan sapi di kawasan selatan otomatis akan meningkatkan potensi holtikultura dan menambah kawasan hijau di samping JJLS," tuturnya pada Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Catat! 27 Mei Seratusan Lukisan Karya Seniman Malam Jumat Kliwon Dipamerkan di YIA

Bupati Bantul, menyebutkan Bantul memiliki 500 kelompok ternak yang tersebar di 17 Kapanewon. "Semua Kapanewon ada kelompok ternak, artinya kita berpotensi untuk meningkatkan produktivitas ternak," ujarnya.

"Tetapi memang yang potensialnya tinggi di Bantul sebelah selatan. Ini dari sisi produksi pakan ternaknya berupa damen dan kolonjono itu tinggi. Sehingga Bantul sebelah selatan inilah yang akan lebih fokus untuk pengembangan ternak. Mulai Srandakan, Pandak, Sanden, Kretek yang termasuk lahan pasir untuk tanaman sayuran dari pupuk kandang," tandasnya.