SD di Bantul Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi - Harian Jogja/Sirojul Khafid
28 September 2021 12:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) untuk tingkat sekolah dasar di Bantul dimulai Selasa (28/9/2021). Salah satunya yang digelar di SD1 Blunyahan, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo yang meninjau uji coba PTMT mengatakan sejauh ini persiapan sekolah menghadapi uji coba PTMT cukup maksimal, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana mendukung penerapan protokol kesehatan. Joko melihat protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka di SD tersebut benar-benar dijalankan seperti pengecekan suhu tubuh dan penerapan jarak antarsiswa.

"Siswa juga dilarang melepas masker saat pelajaran. Kapasitas yang mengikuti pembelajaran juga dibatasi 50 persen. Dan pembelajaran dilakukan maksimal 2 jam," kata Joko, Selasa (28/9/2031).

Meski demikian, sebagian besar siswa SD yang mengikuti PTMT kali ini belum mendapatkan vaksin. Sebab, mereka berusia di bawah 12 tahun. Pemkab tengah memikirkan mengenai rencana pemberian bantuan masker, untuk menghindari para siswa terpapar Covid-19.

"Ini yang sedang kami pikirkan. Kami akan mencari cara agar masalah ini bisa terpecahkan," jelas Joko.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko mengatakan uji coba PTMT dilakukan untuk mengakomodasi usulan dari orang tua. Mereka mengusulkan uji coba PTMT untuk mengatasi kejenuhan anak yang hampir empat semester harus belajar secara daring. SD 1 Blunyahan telah diverifikasi oleh pengawas dan dinyatakan diperbolehkan untuk menggelar PTMT.

"Untuk itu kami  memberikan rekomendasi PTMT atas persetujuan Satgas Covid-19 tingkat kabupaten,"katanya.‎

‎Menurut Isdarmoko, Bantul ingin segera menggelar PTMT untuk tingkat SD, SMP dan sederajat. Namun, harus mengacu kepada hasil verifikasi pengawas. Dari data dinas, saat ini untuk tingkat SMP sederajat dari 96 sekolah sudah 37 SMP sederajat yang direkomendasikan untuk menggelar PTMT. Sedangkan untuk SD jumlah lebih banyak lagi dibandingkan SMP.

"Harapannya semua sekolah sudah bisa melaksanakan PTMT namun harus sesuai dengan ketentuan," ucap Isdarmoko.