Percepat Pemulihan Ekonomi, Pelaku Ekonomi Pasar dan Insan Perdagangan Divaksin

Suasana vaksinasi massal kepada pedagang pasar tradisional, pekerja toko berjejaring dan insan perdagangan dan juga perhotelan yang digelar di Pasar Prawirotaman, Selasa (28/9/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
29 September 2021 09:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Unit Pelaksana Teknis Pusat Bisnis Dinas Perdagangan (UPT Pusat Bisnis Disdag) Kota Jogja bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan setempat menyelenggarakan vaksinasi massal kepada pelaku ekonomi di Kota Jogja pada Selasa (28/9/2021) di Pasar Prawirotaman. Sebanyak 300 vaksin disalurkan pada kesempatan itu yang diperuntukkan bagi pedagang pasar tradisional, pekerja toko berjejaring dan insan perdagangan dan juga perhotelan.

"Harapannya dengan vaksinasi ini dan karena melihat perkembangan Covid-19 juga sudah melandai ya, sehingga kita juga siapkan agar pelaku ekonomi khususnya di Jogja atau pasar, perdagangan dan wisata itu bisa tervaksin semua dan begitu sektor itu dibuka penuh semuanya sudah siap," kata Kepala UPT Pusat Bisnis Disdag Kota Jogja, Agung Dini Wahyudi Soelistyo.

Agung mengatakan, peserta yang divaksin pada kesempatan itu tidak hanya yang berasal dari Kota Jogja saja melainkan juga berasal dari luar daerah yang sehari-hari kerap beraktivitas di Kota Jogja. Dengan demikian, aktivitas pelaku ekonomi dapat lebih aman dan nyaman saat bertransaksi bagi para pelanggan.

"Vaksinasi kan juga sebagai program nasional untuk mempercepat proses kekebalan kelompok dan kalau bicara skop Jogja, vaksin menjadi jaminan keamanan kita dalam beraktivitas baik sisi kesehatan pedagang maupun konsumen," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono menyebut, cakupan vaksinasi kepada para pedagang pasar baik itu yang tradisional dan juga modern sejauh ini sudah sangat optimal. Rata-rata pusat perbelanjaan atau mal telah memvaksin 100 persen karyawan dan juga para tenant-nya. Sementara untuk pedagang tradisional, dari sekitar 13.000 yang terdata, hanya sekitar 800 orang yang belum divaksin.

"Sebenarnya vaksinasi pedagang kan sudah dilaksanakan pada saat Presiden Jokowi datang ke Jogja Maret lalu tapi memang belum maksimal. Sehingga yang belum itu diikutsertakan di Prawirotaman ini dan besok kalau masih ada yang belum lagi itu akan kita arahkan ke sentra vaksin," kata dia.

Yunianto memastikan bahwa cakupan vaksinasi yang diberikan tidak hanya kepada pedagang pasar namun juga bagi buruh gendong, manajemen, petugas kebersihan dan trantib yang kerap beraktivitas di area itu. Sosialisasi kepada lurah juga sudah disampaikan agar lebih peduli dengan kegiatan vaksinasi ini. Mereka diminta untuk proaktif mendata pedagang dan warga pasar yang belum vaksin.

"Makanya jika ada kesempatan vaksin seperti ini kita juga ikutsertakan agar dari sektor ekonomi lain bisa ikut. Tidak hanya pedagang pasar, misalnya di toko modern atau swalayan yang juga menjadi binaan kami itu kita dorong ikut agar proses pemulihan dan geliat ekonomi lokal ini perlahan-lahan bisa kita lihat hasilnya," ujar dia.