PGRI Gunungkidul: Penerapan PeduliLindungi di Sekolah Harus Dikaji dengan Matang

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
29 September 2021 08:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ketua PGRI Gunungkidul, Tijan mengatakan masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat berkaitan dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sekolah. Meski demikian, ia meminta kebijakan ini dikaji secara matang sehingga tidak menimbulkan masalah pada saat pelaksanaannya.

“Belum ada informasi resminya. Sebab, pemakaian aplikasi ini baru di mal-mal dan sejumlah tempat lainnya. Untuk sekolah belum ada,” katanya saat dihubungi, Selasa (28/9/2021).

Menurut dia, kajian diperlukan karena di lapangan ada sejumlah permasalahan. Pasalnya, belum semua siswa memiliki gawai yang digunakan untuk memindai aplikasi ini. Selain itu, masalah bisa muncul berkaitan dengan sinyal yang bisa menghambat pada saat proses pemindaian.

“Jadi harus dipersiapkan dengan baik terkait dengan kebijakan ini,” katanya.

Dia pun berpendapat, untuk memaksimalkan penanggulangan penularan lingkungan sekolah dengan jalan meningkatkan penerapan protokol kesehatan. Cara ini dinilai lebih efektif, terlebih lagi aktivitas di sekolah lebih terkontrol karena orang yang keluar masuk lebih pasti ketimbang pada saat masuk di mal.

“Orangnya itu-itu saja dan ketahuan siapa yang keluar masuk. Jadi, akan lebih baik pencegahan dilakukan dengan meningkatkan penerapan protokol di lingkungan sekolah,” katanya.