Alun-alun Wates Dibuka Kembali, Gugus Tugas Ingatkan Tetap Jaga Prokes

Seorang pembeli tengah menunggu makanan yang dipesannya dihidangkan oleh salah satu pelaku usaha di kawasan alun-alun Wates pada Rabu (29/9/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
29 September 2021 15:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pemerintah Kabupaten Kulonprogo resmi membuka alun-alun Wates pada Selasa (28/9/2021). Dibukanya Alwa, sebutan akrab alun-alun Wates oleh warga setempat, merupakan hasil dari koordinasi antara Disperindag Kulonprogo dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengatakan pembukaan Alwa tidak semata-mata menandai bahwa semua pelaku usaha bisa membuka lapaknya di tempat yang sudah menjadi ikon kota Wates tersebut.

"Adapun yang boleh berjualan untuk saat ini baru penjaja kuliner. Jadi, tidak diperkenankan untuk rekreasi seperti olahraga atupun arena permainan anak untuk sementara," kata Iffah pada Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Begini Kronologi 2 Sepeda Motor Terbakar di Jalan RE Martadinata Jogja

Dikatakan Iffah, pembukaan alun-alun Wates juga tidak luput dari upaya evaluasi yang dilakukan oleh jawatannya dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo serta Satpol-PP Kulonprogo.

Sejumlah pelaku usaha yang sudah diberikan kesempatan membuka lapaknya di alun-alun Wates juga diminta untuk senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 seperti memakai masker mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Jadi, kita memang fokus untuk kepentingan kuliner dulu. Kapasitas makan yang tadinya tidak teratur kita minta agar maksimal 50 persen. Kita libatkan pihak Satpol-PP Kulonprogo, Polisi, dan TNI untuk melakukan pemantauan protokol Covid-19," imbuh Iffah.

Baca juga: Viral karena Mengeluh Gajinya Dipotong, Pegawai Swalayan Dijerat UU ITE

Pembukaan alun-alun Wates juga masih dalam rangka uji coba. Uji coba dilaksanakan selama periode Rabu (28/9/2021) sampai dengan 4 Oktober 2021 mendatang. Uji coba dikhususkan untuk pedagang kuliner.

Sementara itu, sejumlah pedagang kaki lima yang diperbolehkan untuk berdagang di kawasan alun-alun Wates menyambut baik kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkab Kulonprogo. Bahkan, pedagang menggelar acara tumpengan sebagai bentuk rasa syukur dibukanya alwa pada Selasa (28/9/2021) petang.

Perwakilan paguyuban PKL alun-alun Wates Triyanto mengatakan kegiatan tumpengan merupakan agenda yang dinanti-nanti oleh pedagang setelah vakum selama hampir tiga bulan tidak berdagang.

"Tumpeng itu merupakan hasil swadaya masing-masing paguyuban. Di Alun-alun Wates sendiri terdapat tujuh paguyuban yang melingkupi lebih dari 200 PKL," kata Triyanto.

Sejak alun-alun Wates ditutup pada 3 Juli 2021 lalu, pedagang dihantui kecemasan soal bagaimana mereka bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dari mulai mengurusi makan sehari-hari, biaya pembelajaran jarak jauh anak, sampai dengan cicilan yang harus sejumlah pedagang bayar.

"Alun-alun Wates menjadi sumber tempat pokok kami mengais rezeki untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ketika kami terpaksa berjualan di luar kawasan alwa ya tetap ada yang beli namun tidak selaris saat berdagang di alwa" terang Triyanto.