Pengunjung Mulai Ramai, Penjualan di Malioboro Meningkat

Pengunjung memadati area pedestrian Malioboro, Sabtu (2/10/2021).Harian Jogja - Sirojul Khafid
03 Oktober 2021 05:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pengunjung Malioboro yang mulai ramai berdampak pada meningkatnya penjualan para pedagang.

Menurut Koordinator Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY), KRT Karyanto PurboHusodo, peningkatan pengunjung Malioboro terjadi setelah penurunan PPKM DIY dari Level 4 ke 3.

Peningkatan penjualan sekitar 20 persen. Peningkatan terbanyak pada toko oleh-oleh dan makanan. Sementara untuk toko baju, obat, dan lainnya di bawah 20 persen peningkatannya. Meski sudah ada peningkatan, tingkat penjualan belum seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Daya belinya masih rendah, belum seperti yang dulu-dulu," kata KRT Karyanto, Sabtu (2/9/2021).

Untuk bisa meningkatkan jumlah pengunjung, PPMAY berharapa Pemerintah Kota Jogja membangun tambahan lahan parkir. "Alangkah baiknya gedung-gedung parkir segera dibangun, oleh karena parkirnya kurang, sehingga banyak pengunjung tidak dapat parkir," kata KRT Karyanto.

Baca juga: Seluruh Sekolah di Jogja Sudah Dibuka, Pemkot Klaim Tak Ada Kasus Covid-19

Dalam pantauan Harian Jogja, pengunjung pada Sabtu (2/10/2021) kemarin terlihat padat. Para pengunjung berkagiatan di sepanjang pedestrian Malioboro. Selain pengunjung, pekerja di Malioboro seperti tukang becak, andong, sampai pengamen juga tergolong banyak.

Untuk mengendalikan ramainya pengunjung di Malioboro, Pemerintah Kota Jogja melalui Dinas Kebudayaan berencana menerapkan aplikasi khusus untuk membatasi durasi kunjungan. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti, akhir pekan lalu sudah ada simulasi dan pemantauan. Simulasi ini untuk melihat sejauh mana pembatasan bekerja dengan optimal.

"Pengunjung Malioboro ternyata banyak jumlahnya seperti sebelum PPKM di saat akhir pekan lalu dan ini menjadi evaluasi kami terkait penerapan prokes yang lebih baik dengan melihat keterbatasan sumber daya manusia kami," ujarnya.

Belum ada tanggal detail penerapan aplikasi ini. Para petugas masih mengavaluasi dari berbagai sisi.