Kasus Leptospirosis di Bantul Capai 123 Orang, Enam Meninggal Dunia
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja mengaku belum mendapatkan laporan soal temuan kasus Covid-19 baru di sejumlah sekolah pascabuka pada pertengahan September lalu setelah sekian lama menggelar pembelajaran daring.
Pemkot menyebut, beberapa sekolah pun sudah memfasilitasi murid dengan dua sistem pembelajaran secara hybrid atau daring dan luring guna mengoptimalkan pembelajaran di masa pandemi.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Pemkot telah dibuka dan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Untuk jenjang sekolah dasar (SD), baru murid kelas VI yang diperbolehkan ikut dalam PTM. Sementara untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP), seluruh murid yang diizinkan oleh orang tuanya bisa mengikuti PTM di sekolah.
"PTM sudah semua. Dinas juga sudah menjalankan tatap muka semuanya dan semoga tidak ada laporan kasus baru dan temuan klaster. Tetapi memang yang paling penting di dalam kelas dan sekolah itu sudah kita pastikan aturannya ketat dan proses belajar mengajar lancar," kata Heroe, Sabtu (2/10/2021).
BACA JUGA: Pigai Bantah Tudingan Rasis di Cuitan Jangan Percaya Orang Jateng..
Dia menjelaskan, sebelum PTM digelar pihaknya bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat telah menyosialisasikan kepada para orang tua kondisi dan skema yang diiterapkan saat PTM berlangsung. Sehingga orang tua bisa melihat dengan jelas dan seksama kondisi keamanan murid dan sekolah saat PTM diselenggarakan. Hal ini penting untuk meyakinkan orang tua yang masih belum mengizinkan murid untuk ikut serta menjalani PTM di sekolah akibat kondisi pandemi.
"Itu dibuktikan dengan orang tua yang belum mengizinkan tapi begitu lihat langsung kemudian diizinkan untuk PTM. Sekarang kan mobilitas di luar yang perlu dibatasi dan orang tua juga perlu menjaga," ucapnya.
Heroe menambahkan, sebelumnya Pemkot juga telah menjaring kesiapan sejumlah sekolah dalam menyelenggarakan PTM. Verifikasi bertahap dilakukan sebanyak dua kali dengan melihat penerapan protokol kesehatan, pengaturan tempat duduk, durasi pembelajaran, hingga aturan bagi murid saat berada di dalam sekolah.
"Kemarin sudah seluruh SD dan SMP kita verifikasi semua dan itu sudah penuhi syarat, dua kali kita lakukan. Kita kan juga jalankan secara hybrid artinya murid yang tidak PTM juga bisa akses pembelajaran secara daring," ungkap dia.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Budi Santosa Asrori menyatakan, selain melakukan evaluasi secara bertahap pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemda DIY dalam melakukan PTM di sejumlah sekolah. Apalagi, beberapa waktu lalu di Gunungkidul ditemui kasus Covid-19 baru di lingkungan sekolah.
"Sejauh ini masih lancar dan kita harap ke depan terus seperti ini karena tingkat kepatuhan prokes dan juga cakupan program vaksinasi sudah semakin optimal di lingkungan pelajar dan sekolah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.
Istana membantah isu pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah menegaskan belum ada rencana pergantian Menkeu.
Terapi kanker kini makin presisi. Tes genetik dan teknologi NGS membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien kanker.
KPK mengungkap GST memakai rekening nomine untuk menampung uang hasil dugaan pemerasan pengurusan KITAS dan KITAP warga negara asing.
DPMPTSP Kota Jogja mempermudah pengurusan PBG melalui konsultasi online, layanan tatap muka, dan Bazar Reaksi Cepat PBG.
Menag Nasaruddin Umar mendorong penguatan ekosistem halal di Yogyakarta yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ekonomi menuju peradaban global.