Persiapan Popda, Klub Sepakbola Kulonprogo Tingkatkan Volume Latihan

PSSI - PSSI.Org
03 Oktober 2021 13:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kulonprogo diminta untuk mendorong klub sepak bola yang ada di wilayah bumi binangun untuk meningkatkan volume latihan guna menyambut kompetisi yang rencananya digelar pada musim mendatang.

Ketua Askab PSSI Kulonprogo Jumantoro mengatakan jawatannya terus mendorong sejumlah klup sepak bola agar giat dalam melaksanakan latihan dalam masa pra kompetisi.

BACA JUGA : Senangnya... Atlet Sleman Peraih Medali Popda DIY Dapat

"Kami siap memajukan sepak bola Kulonprogo yang mampu menghasilkan sejumlah prestasi ke depannya. Sejak maret 2019 sepak bola kita vakum, tetapi semua klub di Kulonprogo tetap semangat melaksanakan latihan dengan menerapkan protokol Covid-19," kata Jumantoro pada Minggu (3/10/2021).

Dikatakan Jumantoro, latihan yang digelar oleh sejumlah klub sepak bola di Kulonprogo bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga kebugaran, latihan dipandang penting untuk menjaga prestasi yang pernah ditorehkan oleh klub sepak bola.

"Pada gelaran POPDA DIY 2022 mendatang yang akan berlangsung di Sleman, PSSI Kulonprogo harus mampu meraih medali. Tentunya target tersebut juga tak lepas dari dukungan seluruh klub di Kulonprogo. Kita berharap dari tahun ke tahun sepak bola di Kulonprogo harus bisa dikenal dan berprestasi membuat sejarah baru," terang Jumantoro.

Sebagai informasi, PSSI Kulonprogo mempunyai 53 anggota klub terdiri dari 16 klub yang masuk Divisi Utama, 16 klub masuk Divisi I, 16 klub sepakbola Divisi II serta lima klub yang masih ikut pra kompetisi untuk dapat mengikuti kompetisi pada musim mendatang.

Sementara itu, Ketua Asprov PSSI DIY Ahmad Syauqi Soeratno menyampaikan pembinaan sepak bola di Kulonprogo sudah berjalan dengan baik, dari mulai kompetisi, pembinaan usia dini sampai dengan pemain, pelatih maupun manajemen.

"Meskipun terkendala pandemi, pengelolaan PSSI Kulonprogo termasuk salah satu yang terbit dan disiplin diantara empat kabupaten kota di DIY lainya," kata Syauqi.

Syauqi yakin dibawah kepemimpinan Jumantoro sepak bola Kulonprogo mampu berjalan dengan baik dan lebih meningkat dalam pencapaian prestasi. Terlebih, ditambah dari dukungan seluruh anggota PSSI dan klub sepak bola.

"Selanjutnya perlu optimalisasi kerja sama dengan dinas-dinas terkait, mau tidak mau kita tidak bisa berjalan sendiri, kita harus bersama-sama membangun sepak bola dari daerah untuk nasional," kata Syauqi.

Hal senada juga disampaikan Bupati Kulonprogo Sutedjo. Menurutnya, pandemi Covid-19 memang berdampak ke dunia olahraga. Salah satunya adalah sepak bola.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Salurkan Tali Asih pada Atlet dan Pelatih

Sutedjo menyebutkan kebijakan pemerintah dalam memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, seperti peraturan menjaga jarak dan pembatasan sosial berskala besar pastinya mengganggu perhelatan olahraga dan sejumlah aspek lainnya termasuk ke dalam industri olahraga.

"Mau tidak mau, kita memang harus hidup berdampingan dengan virus. Ini harus menjadi perhatian bagi pengurus PSSI yang baru nantinya, yakni bagaimana tetap menyelenggarakan pertandingan dan latihan, akan tetapi tetap dengan standar penerapan protokol kesehatan, sehingga program kegiatan tetap berjalan serta ekonominya tumbuh," ujar Sutedjo.