Ratusan Wisatawan Ditolak Masuk, Siapkan Aplikasi PeduliLindungi!

Wisatawan melakukan pemindaian menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat berwisata di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (17/9/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
06 Oktober 2021 07:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Meski telah dibuka beberapa pekan, tak semua pengunjung mengetahui tata cara berwisata di masa uji coba. Alhasil ratusan pengunjung ditolak masuk destinasi dengan beragam sebab.

Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Alexander Joko Wintolo pada Selasa (5/10/2021) menyebutkan bila pekan lalu setidaknya ratusan pengunjung ditolak masuk destinasi wisata yang menjalani uji coba. Sebabnya bermacam-macam, dari mulai kesiapan aplikasi hingga belum melakukan vaksinasi.

"Yang ditolak kemarin [pekan lalu] sudah ratusan. Ada 100 lebih yang ditolak karena memang belum mempunyai aplikasi itu. Belum mendownload. Ada juga yang membawa anak-anak, ada yang belum vaksin seperti itu," ujarnya.

Joko menyebut permasalahan selama uji coba destinasi wisata bervariasi. Kendati ada pengunjung yang siap, tak sedikit pengunjung yang belum siap dengan prosedur anyar destinasi wisata. "Jadi ada pengunjung yang sudah siap, artinya sudah men-download aplikasi PeduliLindungi. Sehingga ketika sampai di sana kebetulan juga pas dapat sinyal yang bagus sehingga bisa memindai, bisa lolos masuk," tuturnya.

"Tapi juga ada pengunjung itu yang belum mengunduh aplikasi itu. Kebetulan pas di depan loket, kurang bagus sinyalnya sehingga kesulitan men-donwload itu juga terjadi juga kesalahpahaman," ucapnya.

Agar tidak terjadi penolakan atau diputar balik Joko mengimbau kepada para pengunjung untuk memastikan tata cara masuk destinasi wisata uji coba. Pertama wisatawan harus telah divaksin, yang nanti ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi saat melakukan pemindaian Kode QR. "Dua ini yang utama, sudah divaksin dan mengunduh aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.

Selanjutnya yang tak kalah penting, yang pekan lalu membuat wisatawan banyak diputar balik yakni belum diperbolehkannya anak di bawah usia 12 tahun masuk destinasi wisata. "Di Inmendagri, Ingub dan Inbub ada aturannya. Kita tidak bisa memasukkan anak usia di bawah 12 tahun ke dalam destinasi wisata," ujarnya.

Terakhir, wisatawan diminta memastikan memeriksa tanggal kunjungan sesuai dengan angka terakhir plat nomor kendaraan. Diharapkan Joko dengan mempersiapkan prosedur yang ada, tidak ada lagi pengunjung yang ditolak dan dapat melakukan wisata dengan lancar. Kalau tanggal ganjil ya kendaraan plat ganjil yang bisa masuk," katanya.