Sendangsari Bantul Berupaya Kembalikan Era Kejayaan Bawang Merah di Tahun 80-an

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo bersama Forkompimca Pajangan menguji coba penanaman bawang merah di demplot Bulak Karangjati pada Rabu (6/10/2021). - Harian Jogja/Catur Di Janati
06 Oktober 2021 14:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Lahan bawang merah di Bantul terus diperluas. Di Sendangsari, lahan yang sudah bertahun-tahun tidak ditanami bawang merah kini kembali dimanfaatkan melalui program Pemberdayaan Masyarakat Demplot Budidaya Bawang Merah Gapoktan Sendangsari oleh pemerintah kalurahan setempat.

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo mengatakan selama puluhan tahun lalu Sendangsari turut menjadi bagian wilayah penanaman bawang merah.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Gelorakan Permainan Tradisional Rakyat

“Di Sendangsari ini dulu sekitar tahun 80-an pernah ada tanaman bawang merah dan berhasil,” ujarnya pada Rabu (6/10/2021).

Pada tahun ini, Gapoktan Sendangsari menguji coba penanaman demplot bawang merah di lahan kurang lebih 1.700 meter persegi di Bulak Karangjati, Benyo. Menurut Joko program ini merupakan terobosan dan inovasi yang baik dilakukan petani Bantul.

“Harapannya, ini akan berhasil seperti dulu tahun 80-an dan akan bisa membawa manfaat yang besar untuk kesejahteraan masyarakat di Sendangsari,” ujarnya.

Joko sudah menugaskan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul untuk mendampingi program ini secara khusus.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Imawan Eko Handriyanto, mengatakan pendampingan meliputi aspek teknologi dan pengendalian hama.

“Nanti dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pajangan ini akan melakukan pendampingan," tuturnya.

BACA JUGA: Wow, Rusia Syuting Film Pertama di Luar Angkasa

"Karena ini termasuk di luar musim atau off season jadi yang harus diwaspadai curah hujan tinggi, kelembabannya akan meningkat. Ini akan memancing hama penyakit.”

Imawan telah mewanti-wanti petani Sendangsari untuk memasang alat perangkap hama. Kemudian Imawan juga menyarankan petani untuk menyiapkan pestisida alami. “Kalau hasilnya bagus nanti akan kami laporkan ke pusat aga bisa diarahkan ke kampung sayur bawang merah,” ujar dia.