Sultan Minta Kampus Buat SOP Sebelum Pembelajaran Tatap Muka

Gubernur DIY Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
07 Oktober 2021 15:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta perguruan tinggi membuat standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan sebelum menggelar kuliah tatap muka atau pembelajaran tatap muka untuk menghindari adanya penularan Covid-19 di dalam kampus.

Pembuatan SOP protokol kesehatan bisa dilakukan melalui asosiasi perguruan tinggi, misalnya Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) atau Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) dan tidak dibuat masing-masing kampus.

BACA JUGA: Penerapan Aplikasi PeduliLindungi di Gunungkidul Terkendala Sinyal

“Organisasi itu menyamakan persepsi, membangun SOP seperti yang dilakukan di lembaga-lembaga lain seperti hotel, pariwisata, mal, restoran, itu semua kan ada asosiasinya. Bagamana mereka bergabung dalam asosiasi ngrembug SOP, bagamana dia bisa mengawal protokol kesehatan dan sebagainya itu di kampusnya masing-masing,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (7/10/2021).

Sultan juga meminta kampus menutup sementara perkuliahan apabila terjadi penularan Covid-19, “Begitu ada yang merah ya ditutup itu aja,” ucap Sultan.

Pemda DIY, kata Sultan, tidak mungkin membuatkan SOP karena yang paling tahu kampus masing-masing adalah pengelola kampus dan asosiasinya, “Di kampus kan yang mengontrol mereka sendiri bukan pihak lain,” ujar Sultan.

BACA JUGA: Kemenkes Uji Coba PeduliLindungi untuk Pembelajaran Tatap Muka

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan secara umum perguruan tinggi sudah siap menggelar perkuliahan tatap muka, bahkan mahasiswa yang tinggal di DIY sebagian besar sudah menjalani vaksinasi. “Tinggal nunggu mahasiswa luar daerah, yang sudah vaksin syukur, yang belum kita daftarkan aja nanti vaksinasi di kampus,” kata Baskara Aji.

Baskara Aji mengaku belum mendapat laporan kampus mana saja yang sudah menggelar perkuliahan tatap muka, tetapi pada prinsipnya setelah melalui evaluasi, perguruan tinggi sudah siap melaksanakan perkuliahan tatap muka, bahkan kesiapannya lebih bagus. Dia meyakini mahasiswa lebih siap tatap muka ketimbang siswa SD dan PAUD.