Kalurahan Karangsari Kulonprogo Raih Prestasi Berkat Madu Sari

Sekretaris Desa Karangsari Ari Wibowo ditemani Bupati Kulonprogo Sutedjo, menerima penghargaan kalurahan terbaik dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik tingkat nasional beberapa waktu lalu. - Istimewa
09 Oktober 2021 12:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kalurahan Karangsari, Pengasih, Kulonprogo meraih peringkat ke-8, kategori kalurahan terbaik dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik tingkat nasional. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Hafit Yudi Suprobo.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Aktivitas di Kantor Kalurahan Karangsari masih menggeliat. Ari Wibowo, Carik atau Sekretaris Desa Karangsari, masih sibuk bekerja.

"Saya sering pulang jam 17.00 WIB. Jadi ya biasa saja. Banyak petugas kalurahan yang baru pulang jam 5 [sore]. Bahkan, ada yang sampai isya. Kerjaannya ya bikin administrasi kalurahan sama laporan pertanggungjawaban," kata Ari, Jumat (8/10/2021).

Kinerja Ari dan jajarannya yang pantang mengenal waktu berbuah hasil. Kerja keras yang sudah dilakukan sejak 2017 membawa Kalurahan Karangsari mewakili DIY dalam lomba apresiasi desa tingkat nasional.

Kalurahan tersebut meraih peringkat delapan kategori kalurahan terbaik dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik tingkat nasional pada Selasa (28/9/2021) lalu.

Prestasi yang dicapai Kalurahan Karangsari itu, kata Ari, tidak luput dari dibukanya pintu seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengakses segala informasi yang dibutuhkan.

Segala kebijakan yang ditelurkan pemerintah kalurahan merupakan hasil dialog yang berisi bermacam permintaan dan harapan warga. Setiap musyawarah padukuhan semua perwakilan warga dikumpulkan.

“Dari penyandang disabilitas, warga kategori kurang mampu, perempuan, pokoknya semua orang kami libatkan untuk pembangunan kalurahan Karangsari," ujar Ari.

Warga dari 12 padukuhan di desa itu diberikan akses penuh memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Keterbukaan informasi publik salah satunya diwujudkan dalam bentuk pamflet atau baliho. Setiap kegiatan yang dilakukan kalurahan Karangsari dan pembangunan yang sudah dilaksanakan dapat diketahui langsung warga melalui media tersebut.

Pemerintah kalurahan juga mengunggah setiap kegiatan maupun peraturan desa di media sosial. Harapannya, masyarakat mengetahui secara detail apa yang terjadi di wilayahnya.

"Kami mempunyai sebanyak 10.800 penduduk dari 3.564 KK. Kami memegang prinsip dasar di Kalurahan Karangsari yakni dari warga, untuk warga, dan yang akan mengeksekusi program tersebut juga warga," ujar Ari.

Keterbukaan informasi publik di wilayah tersebut juga berkat sumbangsih kelompok informasi masyarakat (KIM) yang terdiri dari 20 orang berasal dari kepala desa, pamong, maupun masyarakat.

Keterbukaan informasi publikdi Kalurahan Karangsari juga merupakan buah dari inovasi Internet Madu Sari yang diinisiasi pada 2017 silam. Madu Sari yang merupakan singkatan dari Internet Masuk Padukuhan Karangsari di 12 padukuhan. Titik WiFi publik sebanyak 33 unit," ujar Ari.

Transmitter Wifi publik disediakan di rumah kepala dusun. Masyarakat bisa mengakses Internet tersebut secara gratis. Dari situ, mereka bisa mengakses website kalurahan Karangsari dan mendapat bermacam informasi seputar kagiatan kalurahan.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, Internet gratis sangat membantu warga," ujar Ari.

Informasi Publik

Koordinator Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Komisi Informasi Daerah Provinsi DIY, Sri Surani, mengatakan keterbukaan informasi publik menjadi kewajiban bagi semua kalurahan di DIY. Keterbukaan informasi publik menjadikan kalurahan terbuka dan mampu melayani kebutuhan masyarakat akan informasi.

Menurut Rani, keterbukaan informasi publik mendorong inovasi yang mampu menghasilkan perbaikan kehidupan masyarakat. Tugas tersebut merupakan kewajiban pemerintah kalurahan dengan dukungan banyak pihak.

"Kami mengucapkan selamat kepada kalurahan Karangsari atas capaiannya dalam apresiasi desa 2021. Semoga mampu menjadi mentor untuk kalurahan yang lain di DIY Saya berharap pada apresiasi desa tahun berikutnya, DIY mampu meraih predikat yang lebih baik," ujar Rani.